Ketik disini

Tanjung

Semoga Pemkab Tetap Konsisten

Bagikan

TANJUNGA�– Sepuluh hari lagi batas waktu bagi pengusaha yang ada di Gili Trawangan untuk membongkar sendiri bangunan yang berada di sempadan pantai. Banyak pihak berharap Pemkab Lombok Utara kali ini tidak berwacana saja melakukan penertiban. Karena rencana penertiban bangunan ini sudah ada sejak lima tahun lalu. a�?Memang sebelumnya pemerintah tidak konsisten dengan rencana penertiban ini,a�? ujar Wakil Bupati Lombok Utara Sarifudin usai bertemu beberapa pengusaha di Gili Trawangan, kemarin (13/2).

Ditambahkan, karena tidak konsisten itu, sejumlah anggaran yang sudah dikeluarkan untuk biaya pertemuan dan rapat menjadi tidak berguna. a�?Ini jadi pelajaran kita. Sekarang kita harus tegas,a�? tandasnya.

Rencana penertiban bangunan yang melanggar sempadan pantai di Gili Trawangan ini akan dilakukan 24 Februari mendatang. Rencana ini dipastikan wabup tidak akan berubah lagi.

Untuk itu, wabup bersama tim penertiban mendatangi lima pengusaha di Gili Trawangan. Diantaranya, Hotel Aston, News Rudys, Budha Dive, X-Tiq Spa, dan Gili T Resort. Ini dilakukan untuk menegaskan rencana penertiban kepada pengusaha yang masih belum menyatakan kesiapan membongkar bangunannya sendiri. a�?Kalau memang tidak mau bongkar, kami yang akan membongkarnya nanti,a�? tegasnya.

Menurut Sarifudin, jika bangunan-bangunan yang berada di sempadan pantai ini dibiarkan, pemda akan ditertawakan. Karena dianggap tidak berkomitmen terhadap aturan.

Ditambahkan, masih ada 10 hari lagi waktu bagi pemilik yang belum membongkar sendiri bangunannya. Kalau sampai 23 Februari mendatang ternyata tidak juga di bongkar, maka pemda yang akan membongkar. a�?Jika mereka nantinya ada yang keberatan dan menuntut pemda, kami siap melayani,a�? ujarnya.

Pantauan koran ini, dari lima tempat yang didatangi tim penertiban, empat pemilik bangunan mengaku mau membongkar sendiri bangunannya. Hanya saja menungu pengusaha lain untuk membongkar bangunannya sendiri. Hanya satu pengusaha yang belum memberikan kepastian yakni Hotel Aston.

Dari 140 lebih bangunan yang ada di sempadan pantai, 100 bangunan siap dibongkar pemiliknya sendiri. Sedangkan sisanya masih belum memberikan kepastian. a�?Yang jelas kalau tidak dibongkar sendiri, kita yang akan bongkar,a�? pungkasnya.

Sementara, saat dikonfirmasi terkait penertiban ini, pengelola Hotel Aston tidak mau memberikan komentar. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka