Ketik disini

Politika

Masih Panas !

Bagikan

JAKARTAA�– Pemilihan gubernur Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta hampir pasti berlanjut ke putaran kedua. Hasil hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei kemarin menghasilkan kesimpulan yang sama. Yakni, tidak ada pasangan calon (paslon) yang meraih suara lebih dari 50 persen.

Khusus DKI Jakarta, mengacu pada pasal 36 ayat 2 Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 6 Tahun 2016, jika tidak ada paslon yang memperoleh suara lebih dari 50 persen, diadakan putaran kedua.

Pada putaran kedua, suara para pemilih pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni menjadi rebutan.

Tim Anies Baswedana��Sandiaga Uno sudah memiliki gambaran untuk menghadapi pertarungan di putaran dua pilgub DKI. Sudah pasti pekerjaan rumahnya adalah merebut suara milik Agusa��Sylvi sekitar 18 persen.

Jika berhasil Anies bisa menang. Sebaliknya, jika petahana yang meraih suara tersebut, maka Aniesa��Sandi tumbang. a�?Kami siap merangkul siapapun, termasuk Agusa��Sylvi,a�? kata Anies ketika diwawancarai.

Yang jelas, pihaknya akan mengevaluasi pergerakan di putaran pertama, untuk menyempurnakan strategi menjalani persaingan di putaran kedua. Ketua Tim Relawan Aniesa��Sandi, Boy Bernadi Sadikin menyatakan pihaknya bergerak cepat setelah tahu lolos ke putaran dua. Terutama mendekati partai-partai politik pengusung Agusa��Sylvi.

Dia menyatakan beberapa yang akan diajak berkoalisi sebenarnya memiliki pandangan serupa soal Jakarta ke depan. a�?Bagaimana membuat Jakarta maju, menjadi tempat yang nyaman bagi warganya,a�? ujar dia.

Sementara itu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta segenap kader partainya segera bersiap untuk berjuang kembali, menjalani persaiangan di putaran dua. a�?Kami bersiap kembaliA�kalau putaran kedua berjalan sehingga Jakarta nanti benar-benar yang pada kenyatannya bisa mnghasilkan kerja,” kata Megawati di rumahnya di Jalan Kebagusan Dalam IV.

Sesuai jadwal Pilgub DKI Jakarta, putaran kedua itu akan bergulir mulai awal Maret. Kampanye direncanakan pada pekan kedua dan ketiga April. Sedangkan hari pemungutan suara dijadwalkan pada 19 April.

Wakil Presiden Jusuf Kalla yang sudah malang melintang di dunia politik dan pemerintah punya analisis menarik terkait perebutan suara di putaran kedua. Mantan ketua umum Partai Golkar itu menuturkan dalam pemilihan kepala daerah peran partai tidak terlalu besar. Justru yang punya peran lebih dominan adalah figur personal para calon.

a�?Partai itu lebih banyak kepada dukungan pertama. Tapi begitu dia (calon, red) sudah di dalam kampanyenya itu sangat personal,a�? ujar JK di sela-sela memantau hasil hitung cepat di rumah dinas dia di Jalan Diponegoro Jakarta, kemarin (15/2).

Para pemilih akan memeriksa dengan cermat rekam jejak para calon untuk mendapatkan profil yang terbaik. Mulai dari apa saja yang telah dikerjakan hingga prestasi yang diraih. a�?Orang sudah lupa apa pendukung partai apa,a�? imbuh JK.

JK yang juga pernah beradu dalam pemilihan presiden pada 2009 mengungkapkan para pemilih sejatinya sudah punya calon sendiri-sendiri. Kecenderungannya para pemilih itu tidak gampang goyah memilih calon lain pada putaran kedua.

a�?Karena kalau pilih katakanlah Agus, tetap Agus. Kalau pilih Ahok yang kedua pilih Ahok juga, Anies juga begitu,a�? tegas dia.

Nah, yang akan membuat putaran kedua menjadi menarik adalah perebutan suara Agus yang diperkirakan bisa mencapai 20 persen. Perebutan itu akan memastikan siapa calon yang bakal duduk di kursi gubernur DKI Jakarta. a�?Itu yang menentukan,a�? jelas JK.

Komaruddin Hidayat, akademisi dari UIN Jakarta, menuturkan semua tim sukses tentu sudah punya peta politik yang lebih jelas setelah pencoblosan kemarin. Hasil suara di masing-masing TPS telah berada di tangan dan bisa menjadi dasar menyusun strategi pada putaran kedua. a�?Setelah pencoblosan punya peta yang lebih otentik. Wilayah yang masih baru diperkuat, yang sudah jelas dipertahankan,a�? kata dia kemarin.

Kontestan yang hanya dua pasangan calon diharapkan tidak membuat situasi lebih memanas. Komaruddin berharap para elit politik mempertontonkan strategi-strategi yang elegan dan cerdas. a�?Jangan sampai putaran kedua itu suasana malah jadi buruk. Sebab, kalu dua (pasangan calon, red) head to head itu panas. Sebagaimana waktu pilpres,a�? ujar dia.

A�Sedangkan peta partai politik masih belum bisa dipredisikan dengan tepat. Meskipun sedang ada perseteruan yang melibatkan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang merasa didzolimi pemerintah. Saat ini, pemerintah didukung penuh oleh PDI Perjuangan yang juga pengusung Ahok-Djarot. Nama SBY juga pernah disinggung memengaruhi fatwa MUI oleh Ahok dan tim kuasa hukumnya dalam sidang ke-8 kasus penistaan agama.

Selain Partai Demokrat, Agus-Sylvi yang hampir pasti tidak lolos putaran kedua sesuai hasil hitung cepat juga didukung PKB, PPP, dan PAN. Tiga partai itu kini lebih condong kepada pemerintah.

Mengenai peta partai politik itu, Komarudin menuturkan semuanya masih sangat dinamis. Bahkan, bisa jadi partai politik itu membebaskan kader-kadernya khusus untuk Pilkada DKI Jakarta. a�?Masih teka-teki. Semuanya serba mungkin,a�? kata dia.

Sementara tadi malam, dalam keterangan pers di markas tim pemenangannya, Agus-Sylvi telah mengakui kekalahan. Dalam keterangan pers yang juga dihadiri ayahandanya SBY, Agus bahkan secara jantan telah mengucapkan selamat pada pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi yang maju pada putaran kedua.

Ada 255 Laporan

Sementara itu, kendati keamanan selama Pilkada serentak di 101 daerah cukup kondusif, namun Polri memastikan adanya 17 kejadian yang mengarah pada gangguan keamanan. Walau begitu, belasan kejadian itu secara umum tidak menghambat proses pencoblosan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Mabes Polri Brigjen Rikwanto menuturkan, 17 kejadian tersebut terjadi di sejumlah daerah. Misalnya, di Gorontalo yang terjadi pembakaran sebuah meja kerja di rumah salah satu pasangan calon. a�?Yang dibakar meja dan sebuah laptop. Handphone juga diambil. Tapi, pelaku sudah diamankan,a�? tuturnya.

Ada juga di Halmahera Tengah yang terjadi percekcokan antara tim sukses pasangan calon. Saat itu ada orang yang tidak punya KTP tapi memaksa untuk melakukan pencoblosan. a�?Tapi, kejadian itu berhasil diredam dan tidak mengganggu proses pencoblosan sama sekali,a�? terangnya.

Kejadian lainnya terjadi di Luwu Utara, dimana ditemukan orang yang akan mencoblos dengan KTP tertentu. Ternyata, setelah ditelusuri dia disuruh oleh seorang temannya. a�?Semua sedang diproses ya,a�? ungkapnya.

Untuk belasan kejadian sisanya, didominasi oleh kejadian adanya orang yang memaksa mencoblos kendati tidak memiliki KTP atau KTPnya tidak sesuai lokasi. a�?Tapi, semua sudah ditangani dan pencoblosan tetap lancar. Kejadiannya tersebar, tidak bisa disebutkan satu-satu ya,a�? ungkapnya.

Kalau di Jakarta juga ada satu kejadian kecil, dimana terjadi pemukulan di luar TPS. Saat ini kasusnya ditangani Polsek Jakarta Pusat. Tapi, itu masuknya ke pidana umum. a�?Karena di luar TPS dianggap pidana umum,a�? ungkapnya.

Yang juga penting adanya 9 TPS di Sangihe Talaud, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara yang tertunda pencoblosannya. Hal itu dikarenakan kondisi cuaca yang sangat tidak bersahabat. a�?Ombaknya enam meter, sehingga kapal yang akan mengirim kotak suara tidak bsia berangkat,a�? ujar Rikwanto.

Selain itu, selama masa pilkada serentak, Polri menerima 255 laporan terkait pilkada. Setelah diteliti 145 laporan tidak memenuhi kriteria, 12 laporan masuk ke penyidikan pidana pemilu dan ada sembilan perkara masuk penyidikan tahap dua. Sisanya, 89 kasus masih dikaji kepolisian. a�?untuk yang masuk penyidikan tahap dua ada juga kasus penghalangan kampanye yang terjadi di Jakarta,a�? ungkapnya.

Rikwanto mengatakan, kondisi secara umum memang aman dan kondusif. Hal itu dikarenakan masyarakat, tokoh agama dan kepolisian saling membahu menciptakan kondisi yang aman. a�?lagi pula animo masyarakat dalam pilkada serentak ini juga tinggi,a�? tuturnya. (ydh/jun/idr/JPG/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys