Ketik disini

Selong

Tarian Tandang Mendet dari Sembalun Pukau Penonton

Bagikan

Acara tahunan tradisi budaya bau nyale dalam rangkaian Festival Kaliantan telah dibuka Selasa lalu. Bagaimana kemeriahannya?

***

FESTIVAL Kaliantan 2017 merupakan yang kelima kali digelar warga dan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Tahun ini acara digelar di Lapangan Tampah Bolek Kecamatan Jerowaru. Disini ribuan warga tumpah menyaksikan dan memeriahkan acara tahunan ini.

Festival ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi NTB. Warga dari berbagai kalangan bahu membahu mendukung festival. Diantaranya yakni Majelis Sasak Lombok (MASL), LKK Pemban Selaparang dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara dan Pokdarwis Jerowaru Bay.

Tua muda, anak-anak serta semua kalangan masyarakat tumpah ruah menyaksikan kemeriahan kegiatan ini. Acara pembukaan dihadiri langsung oleh kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lotim Lalu Suandi beserta beberapa Kepala SKPD lainnya.

Sebelum acara dimulai para tamu udangan dijamu dengan berbagai tarian daerah seperti tarian Tabur Bunga dari Sanggar Seni Kecamatan Jerowaru. Ada juga Gendang Beleq.Namun yang menyita perhatian yakni Tarian Tandang Mendet yang didatangkan langsung dari Sembalun. Tarian tradisional yang jarang dipentaskan ini berhasil memukau peserta yang hadir dalam acara pembukaan Festival Kaliantan.

“Banyak budaya masyarakat asli Sasak yang belum kita kenal sendiri. Kalau bisa adat adat dan budaya seperti tarian tarian ini kita ajari kepada para siswa, sehingga tetap terjaga,a�?pinta Kadis Dikbud Lotim Lalu Suandi.

Dalam kesempatan itu Suandi mengucapkan terima kasih kepada semua panitia dan masyarakat yang telah membantu menyelenggarakan Festival Kaliantan. Ia menilai ini merupakan gawe rakyat. “Jadi mari kita saling menjaga norma norma yang ada sehingga berjalan dengan lancar,” ajaknya.

Ketua Panita penyelenggra Kompol H. Lalu Mustiarep mengatakan kegiatan ini memang sengajaA� menampilkan sejumlah kesenian budaya.

a�?Semua yang kita akan tampilkan ini merupakan kegiatan yang bersifat budaya seperti lomba menyisik, lomba petik gambus, festival gendang belek tingkat Sekolah Dasar (SD), serta tarian tradisional yang diperuntukkan untuk masyarakat Pulau Lombok khususnya,a�?tegasnya.

Untuk memastikan kelancaran acara pengamanan Festival Kaliantan ini dilakukan oleh 400 personel gabungan dari berbagai unsur. Terdiri dari 250 personel kepolisian, 100 personel TNI dan sisanya berasal dari Sat. Pol PP dan instansi lainnya.

Para peserta nampak antusias dan menikmaati kegiatan Festival Kaliantan. Ketika acara dimulai sejumlah pejabat bahkan ikut menari bersama sejumlah penari adat yang tampil dalam kegiatan tersebut.

“Ini adalah kegiatan yang bertujuan untuk melestarikan budaya lokal serta agar kita mencintai budaya itu sendiri. Harapannya juga nanti bisa menambah daya tarik pariwisata Lotim,” ungkap Camat Jerowaru Ahmad Zulkifli.

Puncaknya Fesival Kaliantan akan ditutup dengan kegiatan bau nyale. Yakni menangkap sejenis cacing laut di pesisir Kaliantan yang teah lama menjadi tradisi masyarakat Lotim bagian selatan. Konon cacing ini diyakini merupakan jelmaan Putri Mandalika, putri raja dalam cerita rakyat Sasak. (HAMDANI WATHONI/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys