Ketik disini

Metropolis

Butuh Anggaran Dua Kali Lipat

Bagikan

MATARAMA�– Pemprov NTB belum sanggup untuk membangun infrastruktur yang tahan bencana. Hal ini disebabkan, biaya yang dibutuhkan untuk itu terlalu mahal.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Perumahan NTB Wedha Magma Ardhi mengatakan, dari sekian banyak bencana yang terjadi, ia bersyukur tidak sampai merusak jalan provinsi. Artinya, bencana tidak mengganggu kemantapan jalan di NTB.

Kalaupun ada yang rusak, menurut Ardhi jalan itu memang rusak sebelum bencana banjir dan longsor terjadi. a�?Kalau jembatan rusak, sebentar kita ganti selesai dia,a�? katanya.

Ia menyebutkan, target tingkat kemantapan jalan tahun 2017 sebanyak 75 persen. Kondisinya saat ini sudah 72,1 persen jalan sudah mantap. Bahkan jika merujuk pada SK lama maka sudah mencapai 89 persen. Total ruas jalan provinsi sendiri 1480 kilometer (km). Dari jumlah itu yang sudah mantap 72,1 persen.

Terkait usulan dewan yang memita agar Dinas PU membangun infrastruktur yang tahan bencana, menurut Ardhi sangat mungkin dilakukan. Tapi persoalannya adalah anggaran. Jika dana yang tersedia cukup maka PU sangat bisa membangun infrastruktur dengan mitigasi bencana.

Hanya saja ia menekankan dana yang dibutuhkan untuk itu dua kali lipat dari anggaran biasa. Misalnya, jika biaya untuk 1 km jalan adalah Rp 3 miliar. Maka dengan mitigasi bencana bisa mencapai Rp 6 miliar untuk 1 km jalan saja, dan seterusnya. a�?Semuanya itu tergantung uang,a�? katanya.

Pembengkakan biaya ini disebabkan karena cakupan pekerjaanya lebih berat dan perencanaanya harus lebih detail. Untuk mitigasi bencana misalnya, ketika mau membangun jalan di atas bukit, maka semua bukit yang rawan longsor harus dihabisi terlebih dahulu sampai mencari tanah stabil.

Jika jalan biasa di bawah, maka harus ada penguatan konstruksi jalan agar tahan bencana. a�?Sangat mungkin asal uangnya ada,a�? katanya

Prioritas provinsi saat ini tidak ke mitigasi bencana, tetapi percepatan aksesibilitas dan konetivitas antar daerah dengan tingkat kemantapan yang optimal. Artinya, dari segi geometrik konstruksinya aman.

Lebar jalan ideal tujuh meter, tapi di beberapa kawasan lebar jalan yang dibangun hanya 4,5 meter terlebih dahulu, jika sudah maju baru dilebarkan. a�?Yang penting akses dan konektivitas, kita itu dulu,a�? tegasnya.

Jika harus mengejar infrastruktur dengan mitigasi bencana maka akan sulit dengan kondisi fiskal NTB. Sehingga percepatan akses diutamakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Kebijakan hilirisasi industri dan pengembangan sektor pariwisata semuanya membutuhan konektivitas. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka