Ketik disini

Bima - Dompu

Korban Banjir Blokade Jalan

Bagikan

KOTA BIMAA� a�� A�Tuntut pencairan bantuan jaminan hidup (Jadup) korban bencana alam, Serikat Persatuan Anak Rabadompu Timur Agresif (SPARTA) bersama korban banjir melakukan aksi blokade jalan, Kamis (16/2). Aksi ini dilakukan di pertigaan lampu merah Kelurahan Rabadompu Timur, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bima.

Pantauan Radar Tambora (Lombok Post Group), sebelum melakukan aksi blokade jalan, korban banjir bersama anggota SPARTA melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Wali Kota Bima. Demonstran sempat berorasi di halaman kantor Wali Kota Bima.

Demonstran meminta agar Wakil Wali Kota Bima H Arahman H Abidin menemui mereka. Namun massa aksi akhirnya ditemui oleh Plt Sekretaris Daerah Kota Bima Muhtar Landa.

Dihadapan demonstran, sekda menjelaskan bahwa penyaluran bantuan jaminan hidup secara simbolis sudah dilakukan oleh Menteri Sosial untuk 100 orang korban banjir. Sisanya akan segera dibayarkan karena anggaranA� tersebutA�A� tersedia.

a�?Jaminan hidup akan segera kami cairkan. Tinggal menyelesaikan administrasi bagi para penerima. Mulai dari membuka rekening dan melengkapi persyaratan yang lain,a�? jelasnya.

Tidak puas dengan penjelasan Plt Sekda, demonstran akhirnya melakukan aksi blokade jalan. Ketegangan pun terjadi antara demonstran dengan aparat kepolisian. Akibat dari aksi blokade jalan tersebut, arus lalu lintas macet total.

Aksi blokade jalan tersebut berlangsung satu jam lamanya. Aparat kepolisian Polres Bima Kota akhirnya membuka blokade tersebut. Massa membuka blokade jalan setelah ada kesepakatan bahwa dewan akan melakukan audiensi dengan SPARTA pekan depan.

Koordinator lapangan aksi tersebut Arif Rahman mengaku kecewa dengan sikap Wakil Wali Kota Bima yang enggan menemui massa aksi. Diakui Arif ada lima tuntutan demonstran dalam aksi tersebut, selain persoalan jaminan hidup.

Mereka meminta pemerintah untuk mengganti rumah warga yang hanyut saat bencana banjir. Meminta dewan memanggil BPBD dan Dinas Sosial untuk melakukan klarifikasi data yang direkomendasikan oleh kelurahan.

a�?Kami juga meminta dewan untuk mengawal dan mengawasi besarnya bantuan yang masuk ke rekening korban banjir,a�? pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, masing a�� masing korban banjir yang mengalami kerusakan parah dan rumah hanyut akan menerima jaminan hidup per jiwa masing a�� masing Rp 900 ribu. Jaminan hidup akan diserahkan setelah masa tanggap darurat selesai. Selain jaminan hidup, mereka akan menerima dana hunian tetap.

Untuk hunian tetap, masing a�� masing rumah akan menerima dana sebesar Rp 3 juta. (yet/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka