Ketik disini

Sportivo

Kyokushinkai Bangkit Lagi

Bagikan

MATARAM – Perguruan Kyokushinkai Pembinaan Mental Karate NTB sempat vakum selama 9 tahun. Kini, perguruan yang menanamkan pembinaan mental karate dan mengajarkan full body kontak (Kumite) itu bangkit lagi.

Untuk menghidupkan lagi semangat anggotanya berlatih, perguruan tersebut mengundang simpae dari pusat. Mereka mengadakan latihan bersama, Selasa (14/2).

Ketua Dewan Pembinaan Mental Karate Kiukusimka Karate-Do Indonesia Suantoro Handoko mengatakan, perguruan ini dahulunya memiliki 89 orang anggota. Namun, pada tahun 2008 mereka vakum dan tidak lagi mendapatkan pembinaan latihan.

Penyebabnya, salah seorang guru yang membuka perguruan di NTB berbuat menyimpang dari amanat telah ditentukan. Akhirnya, anggota melapor ke pusat dan diambilA� keputusan perguruan tersebut divakumkan. a�?Vakumnya gara-gara salah seorang guru yang berbuat menyimpang,a�? terangnya.

Sekarang, para karateka rindu dan ingin merasakan latihan di perguruan yang fokus pada pembinaan mental karate. Dengan adanya keinginan itu, beberapa orang yang peduli terhadapA� perguruan mengumpulkan anggota.a�?Kamipun sepakat untuk melaksanakan latihan bersama,a�? terangnya.

Dia berharap, perguruan yang baru bangkit di NTB ini bisa menghasilkan atlet karate berkualitas khususnya pada nomor kumite. Karena, perguruan ini juga mengajarkan full body kontak. a�?Itu akan kita persiapkan menuju PON XX/2020 di Papua,a�? jelasnya.

Selain PON, dalam waktu dekat juga Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) akan melaksanakan event piala Pangkostrad. a�?Itu kesempatan kita untuk mengembangkan atlet muda di NTB,a�? bebernya.

Pria asal Surabaya, Jawa Timur itu mengaku, anggota yang baru bergabung sebagian besar sudah tua dan tidak memungkinkan untuk ikut kejuaraan. Sehingga, dia berharap, mereka bisa membantu untuk mencari bibit atlet. a�?Kita harapkan yang muda-muda bisa ikut bergabung berlatih bersama kami,a�? harapnya.

Pada perguruan ini, yang dicari bukan hanya kehebatan para karateka, tapi juga memperkuat mental atlet. Sehingga, nantinya melahirkan atlet yang baik, mandri, dan mengamalkan arti dari karate yang sesungguhnya. a�?Mental ini menjadi dasar untuk hidup bermasyarakat,a�? pungkasnya. (arl/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka