Ketik disini

Metropolis

NTB Kedatangan 56 Dokter Muda

Bagikan

MATARAMA�– Provinsi NTB kedatangan 56 orang peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) periode I tahun 2017. Mereka diterima Wakil Gubernur Amin didampingi Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Nuhandini Eka Dewi, Ketua Komite Internsip Dokter Indonesia (KIDI) NTB dan Wakil Ketua KIDI pusat di Hotel Grand Legi Mataram, kemarin (16/2).

Dalam acara serah terima itu, Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin mengatakan, program ini sangat strategis. Sehingga ia berharap ke depan akan lahir dokter-dokter yang profesional, serta mampu memahami kondisi sosial dan budaya di mana mereka ditempatkan.

Menurutnya, seorang dokter harus kompeten, beretika, memiliki kemampuan manajerial dan memiliki kemampuan internsip yang baik, sesuai dengan standar yang dibutuhkan internasional.

Setiap dokter harus membangun kecocokan secara emosional. a�?Menangani pasien itu dengan rasa tulus, ikhlas, dan tidak dengan mempertimbangkan apapun apalagi yang sifatnya materi,a�? ujarnya.

Ketua KIDI Provinsi NTB dr H Agus Pracoyo mengatakan, kegiatan ini merupakan serah terima pusat ke Pemprov NTB dalam rangka meningkatkan kemampuan yang sudah diperoleh di fakultas kedokteran.

Provinsi NTB, kini sudah memiliki 13 wahana RSUD maupun RS swasta kelas C dan 13 Puskesmas. Kedepannya, KIDI berencana untuk menambah wahana-wahana tersebut guna mempersingkat waiting list dokter yang kian hari kian banyak.

Agus Pracoyo berharap, program ini nantinya dapat membawa dampak positif bagi mutu pelayanan kesehatan, khususnya di NTB sebagai salah satu lokasi pelaksanaan PIDI.

Untuk itu, tenaga medis harus memiliki kemampuan sumber daya dan keahlian medis yang nantinya akan mampu bersaing dengan negara-negara lain di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

a�?Kita harus bisa jadi tuan rumah di daerah kita sendiri dan semoga ini bisa berjalan dengan baik,a�? katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua KIDI dr Wawang Sukarya menjelaskan, program seperti ini juga bertujuan untuk memandirikan dokter-dokter muda yang ada di Indonesia. Ia berharap hal ini bisa membantu perubahan mutu pelayanan kesehatan ke depannya.

Mereka akan ditempatkan di Kabupaten Lombok Utara, Sumbawa, dan Dompu selama satu tahun. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka