Ketik disini

Praya

Para Kasek Diingatkan Hindari Pungli

Bagikan

PRAYAA�– Dalam waktu dekat ini, seluruh Kepala Sekolah (Kasek) tingkat SMP, SMA/SMK di seluruh Lombok Tengah (Loteng) akan dikumpulkan. Mereka akan dibekali pemahaman aturan larangan pungutan liar (pungli).

a�?Lebih lanjut, saya akan bertemu kembali dengan Pak Sekda HM Nursiah,a�? Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTB Adhar Hakim, Selasa (14/2).

Tujuannya, kata Adhar agar sekda mengundang para kasek. Lokasinya tergantung pihak penyelenggara, dalam hal ini pemerintah. Yang terpenting, Ombudsman turun tangan membantu pemerintah, meminimalisir terjadinya pungli di sekolah.

a�?Boleh saja melakukan pungutan di sekolah, tapi bersifat sumbangan. Namun, ada catatannya,a�? tekan Adhar.

Catatan yang dimaksud, terang Adhar sumbangan yang diberlakukan, tidak boleh menentukan nilai atau besaran. Yang namanya sumbangan, tentu berapa pun yang dikeluarkan pihak penyumbang, maka harus diterima. a�?Ingat itu baik-baik,a�? tegasnya.

Selanjutnya, kata Adhar tidak boleh menentukan batas waktu. Karena kapan pun pihak penyumbang mengeluarkan sumbangan, harus diterima. Jika kemudian ada yang tidak mau menyumbang, maka tidak boleh dipaksa-paksa, apalagi diancam.
a�?Kalau nilainya ditentukan dan ada deadline waktu, maka itu namanya pungli,a�? jelas Adhar.

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 10 Tahun 2010 tentang, pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan, serta Permendikbud Nomor 44 Tahun 2012 tentang, larangan pungutan biaya pendidikan, tambah Adhar sudah jelas dan terang benderang, siapa pun penyelenggaran pendidikan tidak boleh melakukan pungli, berapa pun nilainya.

Kendati demikian, kata Adhar aturan itu bisa dilangkahi, jika ada peraturan bupati, yang mengatur mekanisme pungutan. Namun, tujuaannya harus jelas, misalnya untuk pembangunan gedung sekolah, seregam siswa atau gaji para guru honor.

a�?Sebaliknya, kalau tidak ada peraturan bupati, maka lagi-lagi saya ingatkan tidak boleh ada pungli. Mohon Inspektorat melaksanakan pengawasan dan pembinaan,a�? serunya.(dss/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka