Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Penukaran Uang Asing Sepi

Bagikan

MATARAM – Penukaran uang asing akhir-akhir ini menurun menyusul sepinya kunjungan wisatawan mancanegara di awal tahun ini. Kondisi tersebut terlihat di tempat penukaran uang asing di Gomong, Kota Mataram.

Darda Subarda, pengusaha penukaran valuta asing mengatakan meski menurun, tapi ada saja masyarakat yang menukarkan uangnya. a�?Lebih dari 20 orang sehari yang menukarkan uangnya,a�? ujar Darda kepada Lombok Post (16/2).

Bagaimana dengan Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Darda menjelaskan umumnya para TKI mengirim langsung uangnya kepada keluarga. Hanya sedikit yang membawa uang ringgit atau dolar untuk ditukarkan dengan rupiah. Meski begitu, pihaknya yakin jika tingkat kunjungan wisata tinggi, maka akan berpengaruh terhadap pertukaran uang.

Sejauh ini uang yang paling banyak ditukarkan adalah USD, ringgit Malaysia, dan mata uang Australia. Darda mengatakan pengaruh lain yang menyebabkan penurunan penukaran uang adalah kondisi politik dalam negeri. Pilkada serentak yang berlangsung di Indonesia juga memengaruhi penukaran uang. Terlebih salah satu pilkada berlangsung di Ibu Kota Jakarta.

a�?Kurs saat ini untuk USD masih bertengger diharga Rp 13.300. Sedangkan untuk ringgit Malaysia berada diharga Rp 2.985, dan Dollar Australia Rp 10.180,a�? ungkap Darda yang juga Ketua Asosiasi Penukaran Valuta Asing.

Dia berharap kondisi perekonomian daerah semakin baik di tahun 2017. Tidak sekadar membidik wisatawan, pihaknya juga membidik investor yang datang ke NTB. Pasalnya, tidak sedikit masyarakat yang menukarkan uangnya dalam bentuk dolar. Meski terkesan sepi, tapi pendapatannya tetap mampu menutupi biaya operasional. (tan/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka