Ketik disini

Selong

Sambelia Berangsur Normal

Bagikan

SELONGA�– Pascabanjir menerjang Sambelia Sabtu (11/2) aktivitas warga saat ini berangsur normal. Sejumlah warga yang sebelumnya mengungsi di kantor desa dan kantor camat kini sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Jalan dan jembatan yang rusak dan menyebabkan warga terisolir kini juga diperbaiki.

“Alhamdulillah warga sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Sementara warga yang rumahnya hanyut dan rusak parah, untuk sementara saat ini tinggal di rumah keluarganya,” kata Camat Sambelia, H Buhari.

Kondisi cuaca saat ini dikatakan Buhari juga sudah mulai normal. Meski beberapa kali hujan mengguyur Sambelia, namun tidak seekstrem yang pernah terjadi sebelumnya. Warga di sejumlah dusun dan desa yang sebelumnya terisolir akibat jalan dan jembatan yang rusak, saat ini juga sedang dalam perbaikan.

“Kalau untuk melintas dengan jalan kaki sudah bisa dilewati. Tapi kalau untuk dilewati kendaraan masih belum bisa. Insya Allah besok pagi (hari ini,A� Red) baru bisa dilewati oleh kendaraan,” ujarnya.

Sejumlah siswa yang sebelumnya tak bisa sekolah akibat bangunan sekolah yang rusak diterjang banjir menurut A�Buhari sejak kemarin juga sudah kembali ke sekolah.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim, Jujuk Ferdianto membenarkan bahwa siswa saat ini sudah mulai kembali ke sekolah. Hanya saja, bagi siswa yang sekolahnya rusak parah terpaksa numpang di sekolah terdekat yang masih bisa beroperasi normal.

“Kalau yang rusak parah seperti di SDN 3 Belanting itu kan nggak bisa dipakai sama sekali. Sekolahnya tertutup lumpur dan banyak bangunan yang rusak. Sehingga kami minta pihak UPTD Dikbud Sambelia mengarahkan siswa untuk belajar di sekolah terdekat,” terangnya kepada Lombok Post.

Dikbud Lotim telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah sekolah yang rusak diterjang banjir. Mulai dari kondisi terputusnya akses jalan hingga kondisi fisik bangunan. Sejumlah sekolah yang mengalami kerusakan dari data Dikbud Lotim diantaranya yakni SMP 2 Belanting, SDN 3 Belanting, SDN 3 Sugian dan SDN 7 Sambelia.

“Yang utama kami pikirkan keselamatan anak dan kesiapan mereka menghadapi UN. Makanya kita titip di sekolah yang benar-benar aman untuk proses belajar,” ucapnya.

Saat ini Dikbud juga telah menyiapkan bantuan buku dan seragam sekolah bagi siswa yang ada di Sambelia dan Sembalun. Karena akibat banjir ini tidak hanya siswa di Sambelia saja yang terdampak. Sejumlah siswa yang ada di Sembalun Bumbung juga kehilangan buku dan seragam sekolah karena banjir.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkab Lotim A�Ahmad Subhan menjelaskan sejumlah infrastruktur di Kecamatan Sambelia saat ini telah diperbaiki dan siap difungsikan kembali. Misalnya seperti akses jembatan yang putus di Desa Sambelia.

“Laporan yang kami terima dari Dinas terkait, jembatan tersebut sudah bisa dilewati mobil sore ini (kemarin, A�Red). Paling lambat besok pagi,” jelasnya.

Terkait kerusakan rumah warga Subhan menjelaskan saat ini Pemkab Lotim telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi untuk perbaikan. Termasuk rencana relokasi bagi warga yang rumahnya hanyut dan rusak total.

“Dari dulu kami sudah imbau warga untuk tidak membangun rumah di bantaran kali atau sungai. Tapi warga tetap membangun,” bebernya.

“Ini saja kita minta warga segera mengungsi ketika cuaca ekstrem itu susah sekali. Mereka bersikeras tinggal di rumahnya meski itu berbahaya,” sambungnya.

Meski demikian, Pemkab Lotim dijelaskannya tidak akan lepas tangan dan terus berupaya membantu warga untuk pulih dari kondisi bencana. Termasuk jika memang warga nantinya mau direlokasi. “Kalau memang mau direlokasi ya kita siapkan. Pemerintah punya beberapa lahan untuk relokasi,” ujarnya. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka