Ketik disini

Selong

Bupati Janjikan Rp 20 Juta

Bagikan

SELONGA�– Setelah diterjang banjir A�Sambelia perlahan berangsur pulih. Jalur yang rusak kini sudah mulai bisa dilewati kendaraan. Sambungan pipa PDAM yang semula terputus di beberapa wilayah kini juga sudah mulai normal kembali. Untuk menghindari banjir susulan Pemkab Lotim kemarin melakukan normalisasi sungai. Dari pantauan Lombok Post aktivitas warga pun kemarin (17/2) sudah mulai normal.

“Jam 11 tadi malam (kemarin malam, Red) jembatan yang rusak sudah bisa dilewati kendaraan. Sudah nggak ada yang terisolir lagi sekarang,” kata Kepala Pelaksana BPBD Lotim H Napsi.

Saat ini, Sambelia dikatakan masih dalam masa tanggap darurat hingga 19 Februari besok. Selain jembatan yang putus di Desa Sambelia, dam yang ada di Desa Dara Kunci kemarin juga sudah mulai dikerjakan Pemerintah Provinsi.

“Kalau untuk perbaikan rumah dan sekolah nanti menunggu masa pemulihan. Karena tidak mungkin itu langsung diperbaiki di masa tanggap darurat yang hanya 10 hari,” jelasnya.

Dilanjutkan Napsi, untuk perbaikan rumah warga, perlu perencanaan yang matang. Karena, beberapa rumah yang rusak akibat banjir tidak hanya akan diperbaiki, mengingat ada beberapa rumah yang hanyut total.

“Kalau rencana relokasi belum kami koordinsikan. Tapi kalau mereka punya lahan tanah di lokasi lain, ya pasti akan dibantu pembangunannya. Pak Bupati juga telah menjanjikan Rp 20 juta bagi warga yang rumahnya rusak parah,” kata Napsi.

Sementara itu Kepala Dinas PU Provinsi NTB Weda Magma Ardhi yang juga berada di lokasi menjelaskan sebenarnya saat ini jembatan yang diperbaiki di Sambelia masih belum bisa dilewati. Karena sejumlah pekerja tengah berupaya memperbaiki kondisi jembatan yang rusak. Namun, sejumlah warga tetap memaksa melintasi jembatan tersebut.

“Sebenarnya ini masih belum pulih, tapi masyarakat memaksa. Ini sementara pakai kayu dulu,” kata dia.

Dijelaskannya ada dua alternatif yang akan dilakukan untuk memperbaiki jembatan di Desa Sambelia. Yang pertama yakni akan dipermanenkan seperti semula. Kedua, jembatan ini akan diperpanjang.

“Namun masih menunggu kajian dari BWS. Kalau memang masih berbahaya jembatannya akan dipanjangkan. Tapi, jika kondisinya normal seperti ini, jembatannya akan kami kembalikan seperti semula,” ujarnya.

Kepala Dinas PUPR Lotim, Toni Satrya Wibawa menjelaskan, untuk masa tanggap darurat, ia fokus mengamankan area permukiman warga dengan menormalisasi dan mengarahkan aliran sungai. Hal ini agar ketika air melimpah kembali, tidak terjadi erosi atau luapan yang menyebabkan banjir di pemukiman warga.

“Kami lebarkan biar alirannya tidak terlalu deras. Sementara dipinggirnya kita berikan pembatas agar air sungai tidak kemana-mana menghantam pemukiman warga,” terangnya.

Selain itu, Dinas PUPR Lotim dikatakan Toni juga fokus memperbaiki tiga jembatan yang rusak diterjang banjir. Misanya seperti jembatan yang ada di Desa Dadap. “Itu Insya Allah sudah selesai dikerjakan hingga masa tanggap darurat berakhir,” terangnya.

Sementara terkait kerusakan sekolah, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim Jujuk Ferdianto kini tengah mendata mana saja sekolah yang terdampak banjir. “Kami data dulu mana yang rusak parah dan rusak ringan. Kalau rusak ringan itu bisa dianggarkan perbaikannya mennggunakan dana BOS. Kalau yang rusak parah kami akan koordinasikan dengan pemerintah pusat,” jelas Jujuk. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka