Ketik disini

Metropolis

Katanya Elpiji Tidak Langka, Nyatanya?

Bagikan

MATARAM – Kabar kelangkaan elpiji bersubsudi 3 kg ditepis pihak Pertamina. Sales Executive Rayon IX Firdaus Sustanto mengklaim stok elpiji, khususnya di Kota Mataram masih aman. Kenyataannya, elpiji saat ini masih mudah didapati masyarakat di berbagai tempat.A� a�?(Elpiji langka) itu ngawur,a�? cetus Firdaus.

Ia menjelaskan, khususnya elpiji 3 kg bersubsidi mekanisme pengirimannya secara bertahap. Tidak ditumpuk layaknya beras. Ketika stok di suatu daerah mulai kurang, maka stok baru yang sudah dikirim akan segera menutupi kebutuhan. a�?Jadi tidak ditumpuk seperti beras,a�? sambungnya.

Pengisian tabung elpiji biasanya dilakukan pada hari Jumat. Hanya saja ia tidak menutupi sempat terjadi kekurangan stok, karena persoalan cuaca ekstrim. a�?Tetapi itu tidak lama, hanya satu hari saja. Karena faktor cuaca, pengisian elpiji kita lakukan pada hari Minggu,a�? terangnya.

Ia menegaskan, kondisi elpiji saat ini dan tahun lalu sama saja. Ia juga menepis anggapan bahwa elpiji tidak ada. Ia juga meluruskan, stok yang diterima Kota Mataram saat ini bukan langka. Tetapi yang benar adalah mengalami penurunan di banding tahun sebelumnya.

a�?Jadi yang benar kenaikan kuota tidak sebesar tahun lalu. Pada tahun 2016 itu ada peningkatan 15 persen. Tetapi di tahun 2017 ini peningkatannya hanya 6 persen,a�? ungkapnya.

Jumlah ini ditentukan oleh Kementerian ESDM. Dengan terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan semua kepala daerah di Indonesia. Sementara pihak Pertamina hanya bertanggung jawab untuk memastikan kelancaran distribusi, dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE), agen dan pangkalan. a�?Kalau dari amanat undang-undang tanggung jawab kami sebatas itu. Kalau tingkat pengecer itu sudah bukan bagian dari pengawasan kami,a�? terangnya.

Penjualan di tingkat eceran bahkan dinilai ilegal. Karena dari siklus distribusi, hanya mencakup tiga tempat itu saja. Karena itu, jika ada keluhan dari warga karena susah mendapatkan stok elpiji, Firdaus mengklaim persoalan itu di luar tanggung jawabnya. a�?Bisa saja itu terjadi di tingkat pengecer yang di luar tanggung jawab kami,a�? tegasnya.

Terkait rencana Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Perdagangan melakukan koordinasi, baginya itu tidak masalah. Tetapi ia menegaskan, hanya untuk persoalan distribusi saja. Bukan untuk mengintervensi kuota elpiji. a�?Ya silakan saja, tetapi bukan dalam kaitannya untuk kuota ya,a�? tutupnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram Misban Ratmaji mengkritik Pertamina. Menurutnya, alasan yang disampaikan BUMN ini hanya alasan klasik. a�?Buktinya setiap tahun masyarakat mengeluhkan ini. Seperti jadi persoalan klasik,a�? Kata Misban.

Bahkan tidak hanya kali ini, tetapi sudah berkali-kali masyarakat dibuat kelimpungan karena elpiji sulit didapatkan. Kalau persoalan pengecer yang dinilai ilegal, harusnya Pertamina tidak menjual ke mereka tetapi langsung didistribusikan pada masyarakat. a�?Pertamina harus memastikan distribusi dilakukan dengan benar dan sampai pada masyarakat,a�? tegasnya.

Ia menilai, apa pun alasan dan solusi yang selama ini disampaikan, realitanya tidak pernah berhasil menuntaskan kelangkaan elpiji. Karena itu, Pertamina juga diminta tidak hanya berwacana saja. Tetapi juga melakukan aksi nyata, mengamankan distribusi di Kota Mataram dan NTB pada umumnya. a�?Apa susahnya mengamankan stok daerah,a�? sindirnya. (zad/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka