Ketik disini

Metropolis

Latih Kekompakan, Tidak Boleh Ragu

Bagikan

Bermain airsoft gun berbeda dengan airgun. Kegiatan yang satu ini banyak digemari warga Kota Mataram. Bahkan kerap dipertandingkan.

***
LANTAI dasar Mataram Mall 2 terlihat ramai dikerubuti banyak orang. Sebagian besar dari mereka berpakaian seragam ala tentara. Kacamata bening bertengger di atas hidung mereka. Ada yang memegang senjata airsoft gun jenis sniper dan pistol revolver.


Mereka merupakan peserta speed shooting contest airsoft gun yang diselenggarakan Korem 162/Wirabhakti dan Perbakin Rinjani. Seluruh club pecinta airsoft gun berkumpul disini.


Lomba yang akan diselenggarakan hingga 19 Februari mendatang turut menarik perhatian pelajar 16 tahun ini. Arkana Bagas, siswa SMK 4 Mataram ini, ikut terjun bersaing dengan peserta lain.


Remaja yang akrab disapa Koko ini menjadi salah satu peserta remaja di lomba tersebut. Itupun jumlahnya tak banyak. Airsoft gun masih awam bagi sebagian warga Kota Mataram maupun NTB.


“Saya ikut latihan airsoft gun sejak kelas dua SMP,” akunya.


Pertama kali Koko tertarik airsoft gun ketika melihat pameran di Sangkareang. Saat itu, ia melihat salah satu club airsoft gun membagikan brosur. Selain itu, pameran senjatanya pun menarik perhatiannya.


“Akhirnya saya datang ke Senggigi ikut latihan dengan mereka dan bergabung,” tuturnya.


Menurutnya, bermain airsoft gun sangat menarik. Kegiatan ini dapat melatih adrenalin. Terutama saat harus bertahan dari serangan musuh.


“Sekali ikut pasti bakal ketagihan deh,” ungkapnya.


Selain itu, permainan ini juga melatih kekompakan melalui kerja sama tim. Melatih insting dan otak. Terutama ketika menyusun strategi menghadapi lawan.


“Bagus juga untuk kesehatan karena kita kan berlari. Jadi lebih bugar,” sambungnya.


Ia membeberkan sedikit strategi permainan airsoft gun. Menurutnya, saat bermain pengguna senjata tak boleh ragu-ragu dan takut di depan lawan. Sedikit keraguan dapat membuka celah untuk lawan dan membuat tembakan meleset.


Ia melanjutkan, bermain airsoft gun tidak berbahaya. Sangat berbeda dengan airgun. Sebab airsoft gun menggunakan standar pengamanan yang akurat.


Sebelum memainkan airsoft gun, pengguna harus memakai beberapa atribut pengaman. Yakni kacamata, helm, masker, dan rompi badan.


“Jadi tidak perlu khawatir,” pungkas remaja asal Karang Kerem Ampenan itu.


Koko mengaku sejak lama ingin ikut pertandingan airsoft gun. Hanya saja waktu itu dirinya masih di bawah umur. “Saya sangat tertarik, selain itu ini juga pertama kalinya airsoft gun dilombakan di NTB,” tandasnya.


Kegiatan perlombaan airsoft gun di lantai 1 Mataram Mall 2 tersebut merupakan salah satu bentuk sosialisasi terhadap penggunaan airsoft gun. Permainan satu ini memang masih belum dikenal banyak orang. Namun antusias pengunjung yang menyaksikan lomba tersebut kemarin sangat tinggi.


Selain sosialisasi, lomba ini juga sebagai peringatan ulang tahun Korem 162/Wirabhakti ke-56. (FERIAL AYU/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka