Ketik disini

NASIONAL

Pengganti Patrialis di Kantong Presiden

Bagikan

JAKARTAA�a�� Pengisian hakim Mahkamah Konstitusi tidak terlalu mendesak untuk penanganan kasus sengketa pemilihan kepala daerah (pilkada). Sebab, dari 101 daerah yang menyelenggarakan pilkada serentak tidak semuanya bisa mengajukan gugatan ke MK.A� Lantaran, selisih suara antar pasangan calon yang terlalu jauh atau lebih dari dua persen.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan tidak semua calon bisa mengajukan gugatan ke MK. Setidaknya selisih antar calon itu tidak lebih dari dua persen. a�?Jadi paling Banten itu contohnya yang bisa. Kalau yang selisih jauh yah tentu tidak masuk dalam suatu objek lagi,a�? ujar JK di kantor Wakil presiden, kemarin (17/2).

JK lebih lanjut menuturkan bahwa saat ini pemerintah sudah punya pengganti hakim Patrialis yang telah diberhentkan dengan tidak hormat. Dia menyebut, dalam waktu segera hakim baru tersebut akan segera dilantik. Tapi, dalam persidangan sengketa pilkada itu bisanya cukup dibentuk tiga orang hakim dalam satu majelis. a�?Apalagi kalau banyak mungkin tiga, tiga orang jadi cukup. Tidak jadi soal,a�? ungkap JK.

Seperti diberitakan, Patrialis terbukti melanggar kode etik hakim MK. Yakni, membocorkan hasil putusan sebelum dibacakan. Anggota Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK)A�Asa��ad Ali mengungkapkan Patrialis membocorkan hasil putusan terkait hasil uji materi undang-undang peternakan dan kesehatan hewan pada Kamaludin.

Kamaludin pun mengakui sering bertemu Patrialis ketika bermain golf. Bahkan, jadwal bermain golf Patrialis pun dia hafal. a�?Saksi (Kamaludin) juga menerangkan bahwa jadwal bermain glof hakim terduga (Patrialis) adalah Selasa, Rabu, dan Jumat,a�? terang Asa��ad Ali. Kepada MKMK, Kamaludin mengungkapkan bahwa dirinya yang mengenalkan Patrialis dengan Basuki Hariman.

Perkenalkan Patrialis dengan Basuki dilakukan di restoran steak milik Basuki, di kawasan Dharmawangsa. Lewat perkenalan itu, pembicaraan soal uji materi UU peternakan dan kesehatan hewan dibahas oleh Basuki dan Patrialis. Pada 5 Oktober 2016, Patrialis berjumpa dengan Kamaludin untuk menyampaikan beberapa hal berkaitan amar putusan uji materi UU tersebut.

Selanjutnya, Patrliasi memberikanA�hard copyA�draf putusan itu kepada Kamaludin yang kemudian diteruskan kepada Basuki. Kemudian, Patrialis meminta agar Kamaludin memusnahkanA�hard copyA�draf putusan tersebut. a�?Karena berbahaya,a�? kata Asa��ad Ali. Kamis (19/1), Patrialis menghubungi Kamaludin untuk menyampaikan informasi soal perkembangan draf putusan uji materi UU tersebut.

Dia pun meminta Kamaludin datang ke gedung MK. Di ruang kerjanya, Patrialis memperlihatkan draf putusan itu kepada Kamaludin. Saat itu, Kamaludin meminta izin untuk memfoto bagian pertimbangan hukum dan amar putusan pada draf putusan tersebut. Patrialis pun mengizinkan. a�?Kemudian saksi memfoto dua kali menggunakanA�smart phoneA�pada bagian pertimbangan hukum dan amar putusan,a�? terang Asa��ad Ali. Foto itu kemudian diberikan Kamaludin kepada Basuki.

Berdasar keterangan Kamaludin kepada MKMK, impor daging sapi dari India dikeluhkan oleh Basuki. Dia pun mengakui kerap menerima uang dari Basuki. Untuk kebutuhan umrah Patrialis, dia juga sempat meminta uang kepada Basuki. Kemudian Basuki memberikan uang sebesar USD 20 ribu. a�?Uang tersebut kemudian diberikan kepada kepada hakim terduga di rumah hakim terduga sebesar USD 10 ribu,a�? terang Asa��ad Ali.

Disamping keterangan Kamaludin, MKMK juga mendapat bukti rekaman CCTV di Gedung MKMK. Berdasar rekaman CCTV yang diambil pada 19 Januari 2016, terlihat jelas Kamaludin masuk ke ruangan sekretaris Patrialis pukul 14.04. Kemudian dia berjumpa dengan Patrialis pukul 14.18 dan meninggalkan ruangan itu pada pukul 14.49.A� Rekaman CCTV itu sesuai dengan keterangan Kamaludin yang menyatakan bahwa dirinya diminta datang ke Gedung MK oleh Patrialis pada 19 Januari lalu.

Sementara itu, KPK terus menggali keterangan saksi-saksi yang berkaitan dengan permohonan uji materi. Selain hakim MK, penyidik juga memanggil para pemohon uji materi yang terdiri dari asosiasi peternak sapi, pedagang, petani, konsumen daging dan dosen. a�?Hari ini (kemarin, Red) kami melanjutkan pemanggilan sejumlah saksi terkait perkara itu (suap uji materi, Red),a�? ujarnya, kemarin. (syn/tyo/jun/JPG/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka