Ketik disini

Giri Menang

Infrastruktur Sesaot Perlu Dibenahi

Bagikan

GIRI MENANG – Banyak objek wisata di Lombok Barat (Lobar) yang sangatpotensial. Hanya saja, masalah infrastruktur menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.

Beberapa kawasan wisata yang perlu mendapat perhatian lebih, salah satunya jalur menuju kawasan wisata Sesaot. Jalur menuju kawasan itu dinilai terlalu sempit, bahkan di beberapa titik terlihat berlubang sehingga membahayakan pengguna jalan.

Apalagi oleh Kementrian Pariwisata (Kemenpar) tahun 216 silam, kawasan wisata Sesaot ditunjuk menjadi Sustainable Tourism Observatorium (STO). Sebuah konsep pembangunan destinasi pariwisata berstandar internasional. Dilakukan dengan menjaga lingkungan (environmental) dan memberdayakan komunitas.

Namun nyatanya, akses jalan menuju kawasan wisata Sesaot belum tersentuh perbaikan. Mulai dari pintu masuk di Desa Nyurlembang hingga Desa Sesaot terlihat banyak berlubang. Kerusakan terparah terlihat di Dusun Salut, Desa Salut. Jalan berlubang dan licin akibat hujan menyebabkan tak sedikit pengguna jalan terjatuh.

Inaq Sahri warga Dusun Salut, Desa Salut, ditemui di lokasi mengatakan, jalan di Dusun Salut cukup lama rusak, hampir delapan bulan. Kerusakan jalan ini menyebabkan kemacetan akibat ruas jalan yang sempit.

a�?Setiap hari macet. Apalagi setiap hari 30 truk melintas, rusaknya makin parah,a�? ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sesaot Yuni Hari Seni berharap, masalah infratruktur jalan segera mendapat penanganan yang cepat dan tepat dari pemerintah. Apalagi diakui, respon pengunjung setelah dibukanya kawasan wisata Sesaot begitu tinggi. Satu minggu 2000 an wisatawan lokal maupun luar datang menikmati hutan Sesaot.

a�?Mereka (wisatawan) sering mengeluh di pintu masuk dari Nyurlembang hingga ke Sesaot. Ketika musim hujan, jalan jadi licin,a�? ungkapnya.

Selain jalan, Yeni berharap pengadaan infrastruktur penunjang lain seperti musala dan penambahan lapak kuliner. Sebab kata dia, tidak sekadar lapak kuliner yang dibutuhkan, lapak hasil home industri masyarakat sekitar perlu disediakan. Agar masyarakat sekitar bisa diperdayakan.

a�?Mungkin bisa dilakukan bertahap itu,a�? tandasnya.

Terkait infrastruktur kawasan wisata Sesaot ini, Bupati Lobar H Fauzan Khalid telah meminta agar tiga kepala desa yakni Pakuan, Sesaot, dan Buwun Sejati bertemu. Mengajak kepala dusun setempat serta tokoh masyarakat berdiskusi membahas akses jalan.

a�?Nanti setelah mereka sepakat, saya datang. Apa yang kita lakukan untuk (jalan) tiga desa ini,a�? tegasnya.

Menurut bupati, penilaian Kementerian Pariwisata, Sesaot termasuk yang terbaik dari dua kawasan STO lainnya. Karena itu akan dilakukan pengembangan secara bertahap.

Selain Sesaot di duetkan dengan Universitas Mataram, dua kawasan STO lain adalah kawasan Pangandaran berkolaborasi dengan tim ITB Bandung dan kawasan Sleman dengan Universitas Gadjah Mada. (zen/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka