Ketik disini

Headline Sumbawa

Kerugian Banjir Mencapai Rp 2 Triliun

Bagikan

SUMBAWAA�– Banjir yang terjadi di NTB memporak porandakan sejumlah infrastruktur. Di Kabupaten Sumbawa, banjir merendam ribuan rumah dan merusakan infrastruktur jalan. Kerugian akibat bencana banjir di seluruh NTB dalam tahun 2017, termasuk di Kabupaten Sumbawa, mencapai Rp 2 triliun lebih.

Wakil GubernurA� (Wagub) NTB H Muhammad Amin mengatakan itu saat rapat koordinasi penanggulangan bencana di Wisma Daerah Sumbawa, kemarin (19/2). Dikatakan wagub, penanggulangan banjir butuh penanganan serius yang melibatkan semua pihak. Mulai dari program normalisasi sungai dan pemetaan pendangkalan sungai.

Sementara itu, penanganan setelah bencana dilakukan secara bertahap. Tapi desain jangka panjangnya harus dikerjakan mulai sekarang. Selain melakukan normalisasi di bagian hilir, kerusakan di bagian hulu juga perlu diperhatikan. Harus ada sinkronisasi program di hulu dengan hilir. Jika tidak, bencana akan selamanya terjadi.

A�”Bayangkan saja akibat kerugian yang terjadi di NTB mencapai Rp 2,3 triliun,a��a�� ujarnya.

Selain Amin, hadir juga para pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. Mereka hadir khusus membicarakann becana bajir di Kabupaten Sumbawa. Rapat koordiasi yang lebih luas akan dilakukan di Mataram dalam waktu dekat degan megundang semua kepala daerah se-NTB.

”Kalau rapat koordiasi di Kabupaten Sumbawa, spesifik membicaraka hal yang sifat teknis yang terjadi di Sumbawa. Misalkan seberapa besar kerugian, bagaimana bentuk dan sifat kerusakan, upaya antisipasi serta penanganan untuk jangka panjang,” katanya.

Karena itu, yang perlu diantisipasi adalah mengurangi risikonya. Jangan sampai ada korban jiwa, kerusakan rumah, infrastruktur jalan dan kerusakan yang semakin parah.

Rencana besar penanggulangan bencana harus didesain untuk jangka panjang. Masalah bantuan bisa saja bertahap.

a�?Jadi pemerintah akan menganggarkan. Hal ini bisa ditangani melalui anggaran belanja pusat, provinsi, dan kabupaten,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB H Muhammad Rum usai meggelar rapat koordiasi menjelaskan, hal penting dalam banjir adalah menangani korban yang terdampak. Jika diperlukan tindakan relokasi korban, penataan kembali infrastruktur yang rusak bisa dilakukan. Termasuk juga tindakan yang akan dilakukan dan sudah dilakukan selama ini.

”Nanti pemeritah Kabupaten Sumbawa akan membuatkan kronologis dan akibat banjir serta kerusakan yang terjadi. Gambaran tersebut memang harus detail sebagai bahan laporan ke pemerintah propinsi dan pemerintah pusat,” jelasnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi. Antara lain Bupati Sumbawa HM Husni Djibril A�segera membentuk tim rencana aksi bencana di Kabupaten Sumbawa. Tim yang dibentuk itu akan dibagi dalam lima sektor. Yakni sektor permukiman, infrastruktur, sosial, ekonomi dan lintas sektoral. KemudianA� masing-masing sektor akan menghitung tingkat kerusakan, kerugian dan kebutuhan. Selanjutnya dibahas dalan rapat koordinasi tingkat kabuaten.A� (bia/run/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka