Ketik disini

Tanjung

NPW Polisikan RSUD dan Puskesmas Tanjung

Bagikan

TANJUNG – Pengelolaan limbah yang dihasilkan puskesmas maupun rumah sakit seharusnya dilakukan sesuai aturan. Namun dari hasil investigasi Nusantara Parliement Watch (NPW) Lombok Utara menemukan pengelolaan limbah yang tidak sesuai prosedur terjadi di Puskesmas Tanjung dan RSUD Tanjung. Hasil temuan ini pun dilaporkan NPW ke Polres Lombok Utara untuk ditindaklanjuti.

Ketua NPW Lombok Utara Adam Tarpiin mengungkapkan, berdasarkan temuan di Puskesmas Tanjung, limbah medis tidak dikelola sesuai prosedur. Di mana selama ini hanya dikumpulkan di tempat sampah kemudian dibakar.

a�?Cara ini tentu membahayakan keselamatan manusia dan mencemari lingkungan. Ini terjadi diduga terjadi di seluruh puskesmas yang ada di Lombok Utara termasuk RSUD,a�? tandasnya.

Atas dasar temuan inilah, pihaknya meminta kepolisian untuk melakukan penyelidikan. Lebih lanjut, Adam menjelaskan, praktik pengelolaan limbah medis di sarana kesehatan yang terjadi selama ini diduga melanggar Permenkes RI Nomer 1204/MENKES/SK/X/2004, Permenkes RI Nomor 986/Men.Kes/Per/1992 tentang penampungan dan pengelolaan limbah medis dilakukan perlakuan standarisasi kantong dan kontainer seperti dengan kantong atau tempat sampah berbeda warna. a�?Pihak terkait menempatkan limbah medis tidak pada tempatnya dan tidak dikemas. Bahkan membuang pada sembarang tempat,a�? ungkapnya.

Selain itu, pemusnahan dan pembakaran limbah tertentu yang sudah dipisahkan tidak dilakukan sesuai aturan. Misalnya, pembakaran dan pemusnahan harus dilakukan dengan pemanasan yang menggunakan incinerator. Namun di lapangan ditemukan semua limbah dibakar dalam bak sampah secara manual.

Jika puskesmas dan rumah sakit tidak mengelola limbah medis sesuai standar dan aturan, maka akan berdampak pada kesehatan masyarakat dan pencemaran lingkungan.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Syamsul Bahri yang dikonfirmasi mengungkapkan, saat ini di Puskesmas Tanjung sudah ada IPAL dan incenerator. Kata dia sekarang sedang dalam prosedur diajukan dokumen lingkungannya.

a�?IPAL sudah bisa langsung difungsikan karena mengubah limbah cair menjadi air,a�? katanya.

Dijelaskan, saat ini sudah ada tujuh puskesmas yang memiliki IPAL. Hanya puskesmas Nipah yang belum dilengkapi IPAL. Sedangkan untuk incenerator, yang sudah memilik adalah Puskesmas Kayangan dan Tanjung. Dua incenerator ini akan digunakan seluruh puskesmas yang ada di Lombok Utara. a�?Ini lokasinya tidak di dekat permukiman warga. Pembakaran pun tidak menghasilkan asap,a�? tandasnya.

Untuk puskesmas yang berada di wilayah barat yakni Puskesmas Nipah, Pemenang, Tanjung dan Gangga akan menggunakan incenerator yang ada di Puskesmas Tanjung. sedangkan wilayah timur, yakni Puskesmas Kayangan, Santong, Bayan, Senaru akan menggunakan incenarator di Puskesmas Kayangan. a�?Ini sudah selesai dibangun. Yang menganggarkan dari Dikes,a�? pungkasnya. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka