Ketik disini

Bima - Dompu

Perjuangan Berat Bidan Terpencil

Bagikan

DOMPUA�– Jalan menuju Dusun Kamudi, Desa Rababaka, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu makan korban. Dua orang bidan Polindes Rababaka yang sedang bertugas kecelakaan Jumat (17/2) lalu. Sepeda motor hancur dan tubuh dua bidan penuh memar.

“Inilah bentuk pengabdian kami sebagai bidan desa, kecelakaan di tengah pegunungan, mau teriak juga percuma karena tak ada orang yang mendengar,” kata bidan Apliria Rya.

Dusun Kamudi masuk dalam wilayah Desa Rababaka. Dusun ini masih berstatus terisolir dan dusun tertinggal karena tidak ada akses jalan yang memadai. Untuk mencapai wilayah itu harus jalan kaki atau naik kuda.

Bisa juga dengan kendaraan roda dua, tetapi harus memutar melewati terminal Ginte. Tapi, jalannya rusak berat dengan beberapa tanjakan yang tajam. Jangankan ukuran bidan, pengendara A�berpengalaman tetap mengalami kesulitan melewati jalan ini.

Keberadaan warga Dusun Kamudi memang masih dimarjinalkan oleh pemerintah daerah. Buktinya puluhan tahun bahkan dari nenek moyang mereka tak pernah diperhatikan, terutama akses jalan.

Karena itu para bidan ini berharap agar pemerintah daerah dapat memperhatikan nasib warga Kamudi paling tidak memperbaiki kondisi jalanya.

Selama ini dalam pelayanan mereka harus melewati beberapa sungai. Kalau kebetulan sedang banjir maka untuk menyeberang harus menunggu banjirnya surut.

Tokoh masyarakat Dusun Kamudi Juraid mengakui kalau perhatian pemerintah daerah masih kurang. Faktanya dusun yang sudah turun-temurun didiami itu tak diperhatikan, sehingga tak heran statusnya masih dusun tertinggal.

“Dari dulu kita selalu berharap agar jalan diperbaiki, paling tidak nyaman untuk berkendara roda dua,” kata Juraid. (am/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka