Ketik disini

Headline Sumbawa

Polisi Dalami Laporan Pungli

Bagikan

SUMBAWA– Hingga saat ini, sejumlah pengaduan adanya praktek pungutan liar (pungli) sudah masuk ke meja Tim Saber Pungli. Saat ini tim tersebut masih mendalami pengaduan tersebut.

Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Sumbawa Kompol Yuyan Priatmaja mengatakan, sejumlah laporan mengenai dugaan pungli sudah diterima. Baik laporan resmi maupun laporan via sms. Laporan tersebut kini masih didalami untuk ditindaklanjuti.

”Laporan ada yang sms, ada juga yang resmi sekitar tiga laporan. Laporannya di beberapa kecamatan dan juga instansi. Sekarang sedang kami dalami,” ujarnya saat ditemui di Polres Sumbawa, Sabtu (18/2).

Diterangkan, langkah-langkah yang dilakukan Tim Saber Pungli yakni memberikan peringatan terhadap pihak terkait. Namun jika tertangkap tangan, maka akan langsung ditindak sesuai ketentuan hukum.

Mengenai dugaan pungli yang dilaporkan ke kepolisian ataupun kejaksaan intinya sama, karena muaranya nanti ke Satgas Saber Pungli. Mengingat dalam tim sudah lengkap, mulai dari kepolisian, kejaksaan, hingga Inspektorat. Bahkan dalam tim juga ada tim pengawas proyek pembangunan.

A�”Kita juga tim pengawas proyek pembangunan. Juga ada timnya,” kata pria yang juga menjabat sebagai Wakapolres Sumbawa ini.

Yuyan menjelaskan, laporan dugaan pungli yang masuk memang banyak. Diantaranya di bidang pelayanan di instansi tertentu. Bahkan ada juga dari kantor pemerintahan tingkat desa. Termasuk mengenai pengurusan surat-surat. Namun terkadang masyarakat tidak bisa memilah antara pungli dan korupsi.

Karena itu, pihaknya mendalami terlebih dahulu setiap laporan yang masuk. Hal ini dilakukan untuk mengklasifikasikan apakah pengaduan masyarakat tersebut adalah pungli atau merupakan tindak pidana korupsi. Sehingga pihaknya dapat menindaklanjuti setiap pengaduan masyarakat mengenai dugaan pungli tersebut.

”Kalau kita kumpulkan laporan banyak. Tapi setelah kita pilah-pilah kebanyakan pengaduan itu berkaitan dengan korupsi menyerempet ke sana. Jadi punglinya sedikit. Karena masyarakat masih belum paham tentang pungli, yang penting mengadu. Makanya kita yang memilah,” terangnya. (run/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka