Ketik disini

Giri Menang

Tidak Mau Buat Raperda Ecek-ecek

Bagikan

GIRI MENANG – Kalangan DPRD Lombok Barat (Lobar) tidak ingin setengah-setengah melahirkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif. Tidak ingin perda yang dihasilkan nantinya, mubazir alias tidak bertaji. Pansus dua raperda inisatif dewan konsultasi ke kementrian Pariwisata RI, belum lama ini.

Konsultasi itu dihajatkan, untuk memperdalam dan menginventarisir beberapa hal dalam draf raperda inisiatif DPRD tersebut.

Ketua Pansus HMA� Jamhur berharap melalui konsultasi itu nantinya bisa menghasilkan dua perda yang dapat berfungsi maksimal. Tidak bertentangan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pariwisata RI.

a�?Kita konsultasiA�tentang efek pelaksanaan wisata halal terhadap tingkat kunjungan wisatawan ke Lombok,a�? terangnya.

Awal masa sidang ini, DPRD Lobar tengah menggodok dua raperda inisiatif. Yakni tentang penyelenggaraan pariwisata halal dan keterbukaan informasi publik.

Pembahasan dua raperda ini dilakukan oleh dua pansus. Satu pansus membahas satu raperda. Hal ini dilakukan agar pembahasan dua raperda berjalan maksimal dan bisa menjadi payung hukum atau regulasi terhadap persoalan-persoalan di daerah.

a�?Perda yang dihasilkan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Lobar,a�? ungkap Wakil Ketua III DPRD Lombok Barat Sulhan Muchlis Ibrahim.

Untuk dapat melakukan pembahasan yang maksimal, dua pansus pun diagendakan melakukan studi banding dan konsultasi di tempat yang berbeda.

Pansus Raperda Penyelenggaraan Pariwisata Halal melakukan konsultasi ke Kementerian Pariwisata di Jakarta. Sedangkan Pansus Raperda Keterbukaan Informasi Publik melakukan studi banding ke DPRD Kabupaten Gianyar Bali. (zen/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka