Ketik disini

Sportivo

Cabor Voli Soroti Pelaksanaan Pelatda Mayung

Bagikan

MATARAM – Keberadaan Pelatda Mayung kembali mendapat sorotan. Pengprov Cabor Voli dan Tinju mempertanyakan sistem serta program Pelatda Mayung tersebut.

Sebelumnya, KONI NTB sudah menetapkan 39 atlet dan 15 pelatih yang masuk Pelatda Mayung. Penetapan itu atas rekomendasi tim talent scoating KONI. Penetapan itu didasarkan pada catatan prestasi atlet dan pelatih.

Ketua Pengprov Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) H Surya Bahari menuding, pelaksanaan Pelatda Mayung ini tidak sepenuhnya melibatkan Cabor. KONI hanya melibatkan Cabor saat mengusulkan nama atlet saja. a�?Kita tidak dilibatkan sepenuhnya. Apakah iya baru mengusulkan nama cabor dianggap sudah terlibat,a�? kata Surya kepada Lombok Post, kemarin (20/2).

Surya mempertanyakan, proses pelaksanaan Pelatda kedepan. Apakah padaA� saatA� Pelatda sudah berjalan nanti pengprov Cabor dilibatkan, atau KONI akan bekerja sendiri dengan orang-orang kepercayaannya dalam membina atlet?. a�?Sejauh ini KONI NTB tidak pernah datangi Cabor untuk meminta pertimbangan dalam proses pelaksanaan Pelatda Mayung kedepannya,a�? aku dia.

Contohnya pada Cabor voli pantai. Pada cabor itu, Surya mengusulkan tiga nama pelatih, yaitu Agus Salim, Timi, dan Surahman Sidik. Dari tiga nama itu, KONI NTB memilih Agus Salim sebagai pelatih Pelatda. Namun, saat penetapan atau verifikasi itu, timtidak pernah berkoordinasi dengan Pengprov Cabor.

Padahal, saat ini Agus Salim masih fokus untuk melatih atlet voli pantai menuju Sea Games dan Asian Games 2018. Sehingga, kemungkinan besar Agus Salim tidak akan bisa fokus melatih di Pelatda Mayung. a�?Saya setuju dengan dipilihnya Agus Salim sebagai pelatih. Namun, apakah iya dia akan fokus mengurus Pelatda Mayung, sementara A�event internasional semakin dekat,a�? keluhnya.

Menurutnya, KONI NTB tidak tepat jika memilih Agus Salim sebagai pelatih saat ini. Jika KONI NTB memilih Agus Salim sebagai pengawas atlet Pelatda Mayung khusus voli pantai, sambung dia, sangat cocok. a�?Biarkan saja Agus fokus melatih tim voli pantai indonesia,” sarannya.

Surya menilai, saat ini KONI NTB ingin membina atlet itu secara sendiri tanpa melibatkan Cabor dalam pelaksanaannya. a�?Seharusnya yang membina itu adalah Cabor,a�? ungkapnya.

Terpisah, Ketua Pengprov Pertina NTB Kolonel Inf Farid Makruf mengatakan, seharusnya KONI itu banyak berdiskusi dengan Cabor, agar pelaksanaan Pelatda Mayung ini tidak menjadi persoalan. a�?Ajaklah Cabor diskusi dan libatkan mereka dalam pelaksanaannya,a�? kata pria yang juga Danrem 162/Wira Bhakti, kemarin.

Jika itu bisa terwujud, KONI NTB dengan cabor memiliki tujuan dan keinginan yang sama dalam melaksanakan pelatda mayung tersebut. Sementara, Ketua Pelatda Mayung Mars Ansori Wijaya mengatakan, pelaksanaan pelatda itu sudah melibatkan Cabor. Mereka dilibatkan pada pengusulan nama-nama atlet dan pelatih yang masuk dalam pelatda. a�?Lalu kami verifikasi nama-nama yang diusulkan tersebut,a�? ujarnya.

a�?Dengan mengusulkan nama itu, secara tidak langsung cabor sudah ikut terlibat dalam Pelatda Mayung,a�? jelasnya.

Ansori menjelaskan, pelaksanaan Pelatda Mayung itu sangat tepat jika dilaksanakan saat ini. Karena jika melihat hasil tes atlet pelatda, kemampuan mereka sangat menurun. a�?Vo2 maks sampai kemampuan lainnya jauh menurun,a�? ungkapnya.

Untuk itu, dengan adanya Pelatda Mayung tersebut, kemampuan atlet bisa lebih ditingkatkan, terprogram, dan terpantau dalam jangka panjang. a�?Kita tidak mau atlet kita ini memiliki performa menurun,a�? ujarnya. (arl/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka