Ketik disini

Giri Menang

Kadis Winengan Ancam Putus Kontrak Rekanan!

Bagikan

GIRI MENANG – Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Dinas Perumahan dan Permukiman Lombok Barat, kemungkinan besar akan menjatuhkan sanksi terhadap pihak kontraktor lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kecamatan Gunungsari-Batulayar dan Gerung-Lembar.

Sanksi pemutusan kontrak kemungkinan besar akan diberikan. Sebab tenggat waktu yang ditentukan, dua proyek PJU tersebut molor alias belum rampung 100 persen.

Seperti diketahui, saat ini dua proyek tersebut tidak dilanjutkan. Progres terakhir pengerjaan, PJU Batulayar-Gunungsari baru 94 persen. Sedangkan Gerung-Lembar mencapai 96 persen.

Padahal sesuai surat perjanjian kontrak, proyek yang digarap tahun 2016 lalu itu memiliki deadline pertama tuntas 30 Desember 2016. Namun harus molor dan kembali diberikan tambahan waktu sesaui aturan selama 50 hari.

Nyatanya, proyek yang seharusnya tuntas Sabtu (18/2) itu belum juga rampung 100 persen. Pihak rekanan, CV Belo Tehnik pun kini terancam kena sanksi pemutusan kontrak, dan di blacklist dari proyek selanjutnya. Selain sanksi denda yang sudah diberikan.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Lobar HL Winengan dikonfirmasi mengani hal ini mengatakan, secara pribadi dirinya ingin pihak rekanan diblacklist dan putus kontrak. Namun sesuai mekanisme, pihaknya tetap akan mengutus tim pengawas sebelumnya. Untuk mengecek sejauhmana progres pengerjaan di lapangan.

“Mau dikonsultasikan dulu, apakah itu benar. Saya akan turunkan tim pengawas,a�? ujarnya.

Selain itu, lanjut A�Winengan, pihaknya akan bersurat ke Inspektorat guna melakukan pemeriksaan awal. Dan akan konsultasi dengan Bagian Pembangunan Setda Lobar terkait sanksi yang akan diberikan.

“Ini kita lakukan sesuaikan dengan aturan. Kalau secara pribadi saya ingin putus kontrak,a�? pungkasnya.

Selain telah diberikan denda selama perpanjangan waktu 50 hari, pihak rekanan juga akan dibayar sesuai progres yang dikerjakan. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka