Ketik disini

Selong

Siswa SMAN 1 Selong Protes Kepala Sekolah

Bagikan

SELONGA�– Siswa SMAN 1 Selong Lombok Timur (Lotim) menggelar aksi protes usai kegiatan upacara sekolah kemarin (20/2). Para siswa bersama anggota OSIS menggelar acara khusus memberikan sejumlah uang kepada kepala sekolah H Abdurrahim sebagai bentuk protes mereka. Siswa mengaku selama ini kerap dihambat oleh kebijakan kepala sekolah dalam menjalankan kegiatan ekstrakurikuler.

“Kami minta kasek ini diganti. Karena sejak beliau menjabat, prestasi di sekolah kami menurun. Kalau memang tidak mau diganti minimal sifatnya yang diganti,” kata Ketua OSIS SMAN 1 Selong M Taufiqurrahman Iswandi.

Para siswa mengaku tak kuasa menahan kekesalannya pada kebijakan kepala sekolah. Lantaran banyak kegiatan siswa yang tidak terlaksana karena minimnya dukungan seolah.A� Sehingga, bentuk protes siswa dilakukan dengan

a�?menyidanga�? kepala sekolah ditengah lapangan usai upacara berlangsung. Sejumlah siswa menyampaikan langsung aspirasi mereka kepada kepala sekolah. H Abdurrahim diminta diam di hadapan seluruh siswa untuk menjawab pertanyaan dan memberikan penjelasan serta pertanggung jawaban terhadap semua kebijakannya.

“Sekolah ini sudah tidak ada transparansi dan penjelasan apa yang mebuat kegiatan kami dihalangi,” ungkap siswa kepada kepala sekolah.

Diwakili anggota OSIS, para siswa menyerahkan tiga amplop yang berisi uangA� hasil sejumlah kejuaraan yang mengikutiA� ikuti kepada kepala sekolah. “Ini sebagai bentuk sindiran bahwa sekolah ini tidak mampu membiayai kegiatan siswanya,” lanjut Taufiq.

Menanggapi aksi siswa ini, H Abdurrahim mengaku bahwa siswa belum paham batasan-batasan mereka. Ia menjelaskan alasan kenapa tidak semua kegiatan siswa bisa dilaksanakan. “Karena kami di SMAN 1 Selong ini ada ekskul yang memang harus jadi skala prioritas. Prioritas kami di sini adalah prestasi akademik, bukan olahraga,” terangnya.

Sehingga ia mencoba memberi pemahaman kepada para siswa. Dimana ekskul yang menjadi prioritas yang dimaksudnya adalah yang fokus bidang prestasi akademik seperti olimpiade, ekskul sains serta kegiatan seperti O2SN. Karena kegiatan seperti ini sudah masuk dalam program kesiswaan.

“Kalau tidak masuk dalam program itu yang tidak kami laksanakan. Kecuali kalau sifatnya itu mendadak dan penting,” cetusnya.

Terkait anggapan siswa bahwa prestasi sekolah menurun, H Abdurrahim menampik hal tersebut. “Prestasi mana yang menurun itu harus jelas. Kami sudah menyiapkan sejumlah fasilitas dan nak-anak kami di SMAN 1 Selong itu banyak yang diterima di Fakultas Kedokteran,” ucapnya.

Hanya saja, sebagai siswa H Abdurrahim menjelaskan mereka harus tahu mana batasannya. Tidak semuanya harus diketahui. Karena tugas seorang siswa adalah dididik dan dilatih. Tidak perlu terlibat dengan keuangan dan dana.

“Jadi kesimpulannya kalau tidak ada orang dalam tidak akan seperti ini,” ucapnya.

Ia menilai ada oknum yang berupaya memprovokasi para siswa. Apalagi dikabarkan aksi protes ini bukan hanya terjadi kali ini saja. Aksi serupa juga pernah digelar siswa tahun sebelumnya mulai dari aksi demo hingga aksi mogok belajar.

“Ini ciri khas sekolah yang lebih maju. Sekolah yang tidak lepas dari gejala dan rintangan. Kalau sekolah yang mau maju itu memang banyak rintangan dan hambatannya,” ujarnya. Meski demikian ia berjanji akan melakukan evaluasi dan mensinkronisasikan apa penyebab terjadinya protes siswa ini. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka