Ketik disini

Headline Metropolis

Dua Terminal Diambil Alih Pusat

Bagikan

MATARAMA�– Dua terminal tipe A di NTB yakni Terminal Mandalika dan Terminal Dara Bima sudah dikelola langsung pemerintah pusat. Tepatnya di bawah kendali Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan RI. Selain itu, juga dua jembatan timbang yang ada di Bertais dan Pototano sudah dikelola pusat per Januari 2017.

Dalam kunjungannya ke NTB, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Pudji Hartanto Iskandar meninjau secara langsung kondisi Terminal Mandalika dan Jembatan Timbang di Bertais. Ia melihat beberapa fasilitas yang ada di terminal seperti loket, ruang tunggu penumpang dan bus yang ada.

Pudji mengatakan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, salah satu amanatnya adalah jembatan timbang dan terminal tipe A akan dikelola pemerintah pusat langsung. Dan per Januari 2017 harus sudah dialihkan ke pusat tanggung jawab pengelolaanya.

a�?Ini pekerjaan yang tidak ringan, tetapi sangat berat,a�? katanya usai mengisi rapat kerja dan koordinasi Otoritas Pelabuhan Penyeberangan Lembar 2017, di Hotel Jayakarta, kemarin (21/2).

Pengalihan ini dianggap perlu karena mungkin dari hasil evaluasi sebelumnya pengelolaan terminal dianggap belum optimal, sehingga diperlukan sebuah perubahan.

Dengan pengalihan pengelolaan terimnal tipe A ke pusat, pegawainya tetap hanya saja mereka langsung berada di bawah kendali pemerintah pusat.

Ia berharap, setelah dikelola langsung oleh pusat dalam hal ini Kemenhub, ke depan pelayanan di terminal akan lebih bagus. Tapi jika tidak didasari dengan niat yang kuat dari semua pihak, maka cita-cita itu akan sulit.

a�?Bagaimana caranya agar terminal tipe A jadi bagus, jembatan timbang juga berfungsi dengan benar,a�? ujarnya.

Jembatan timbang harus berfungsi dengan baik, jangan sampai angkutan barang kelebihan berat dalam mengakut barang sehingga membuat infrastruktur jalan rusak.

Hal ini yang ingin diperbaiki, dengan hadirnya para pihak termasuk pengusaha. Dalam rapat koordinasi tersebut ia berharap cita-cita pelayanan yang baik bisa terwujud. a�?Kita ingin melakukan perubahan secara positif, itu tujuannya,a�? kata Pudji.

Perubahan yang diinginkan ke depan diantaranya, dari aspek moral para petugas harus mulai berubah. Jika moral berubah maka ke depan pelayanan akan menjadi lebih baik.

Demikian sebaliknya, jika moral tidak bisa diubah maka tujuan pengelolaan terminal ke arah lebih baik akan sulit. a�?Tapi juga harus dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan yang seimbang dengan tugasnya,a�? katanya.

Dalam hal ini, Dirjen Perhubungan Darat akan memberikan penghargaan bagi yang berprestasi dan hukuman bagi yang melanggar.

Profesionalime petugas juga harus ditingkatkan, dan fasilitas juga akan ditambah, seperti dengan melengkapi terminal tekonologi. Berikutnya adalah pengawasan yang wajib dilakukan kementerian. Terakhir adalah dukungan dari masyarakat.

a�?Kalau mau perubahan tapi masyarakat tidak mau, ya susah,a�? katanya.

Terkait berbagai persoalan yang ada di Terminal Mandalika seperti premanisme, gelap, tidak terawat, kumuh dan sebaginya, pihaknya ingin mengubah kesan tersebut.

Penataan akan dilakukan dengan dukungan anggaran dari pusat. Secara bertahap akan dialokasikan untuk pembangunan atau rehab bangunan yang sudah ada agar lebih baik. a�?Kita lihat sejauh mana kebutuhan di lokasi tersebut,a�? katanya.

Ia juga berharap dengan rapat kerja dan koordinasi yang diadakan oleh OPP Lembar, bisa semakin memperkuat koordinasi dan konsolidasi, serta mensosialisasikan tugas masing-masing pihak.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan NTB Lalu Bayu Windya mengatakan, dengan penyerahan pengelolaan terminal tipe A dan dua jembatan timbang, pemprov mendapat limpahan enam terminal tipe C dari kabupaten.

Seperti Terminal Tanjung di Lombok Utara, Terminal Renteng di Praya Lombok Tengah, Terminal Pancor di Lombok Timur, Terminal Sumbawa, Terminal Taliwang, Terminal Ginte di Dompu.

a�?Harapan kita setelah dipusat akan ada sebuah terminal yang aman, nyaman dan layak berstandar nasional,a�? katanya. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka