Ketik disini

Headline Sumbawa

Pengukuran Landasan Kembali Dilakukan

Bagikan

SUMBAWA– Bagian Pertanahan Setda Sumbawa melakukan pengukuran lahan Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III Sumbawa. Pengukuran ini dilakukan guna menindaklanjuti hasil pengukuran sebelumnya.

Kepala Bagian Pertanahan Setda Sumbawa Abdul Haris mengatakan, pengukuran mulai dilakukan Senin (20/2) lalu hingga kemarin (22/2). A�Pada pengukuran sebelumnya ditemukan persoalan dari hasil pengukuran alas hak atas lahan tersebut.

”Ini untuk menyelesaikan persoalan lebih dan kurangnya dari alas hak itu,” ujarnya kepada wartawan.

A�Dikatakan, sesuai dengan kewajiban Kanwil Pertanahan NTB harus dilakukan pengukuran ulang. Artinya dilakukan konstruksi batas yang kedua kalinya untuk memverifikasi ulang hasil pengukuran sebelumnya. Apabila masih ditemukan, maka kewajiban Badan Pertahanan untuk menyelesaikannya dengan pemilik lahan. Persoalan ini tidak menjadi hambatan bagi pemda melakukan pembayaran ganti rugi atas perluasan dan perpanjangan bandara.

Untuk proses ganti rugi nantinya lahan milik masyarakat akan dinilai oleh tim appraisal. Karena pengadaan lahannya di atas lima hektare, maka penilaiannya dilakukan oleh tim. Namun, hingga saat ini belum ditentukan timnya. Karena itu, akan dilakukan pelelangan yang ketiga kalinya untuk menentukan tim apraisal yang akan bekerja.

”Sebelumnya sudah dilakukan pelelangan sebanyak dua kali, tapi gagal tender. Hanya satu perusahaan yang memasukkan penawaran,” katanya.

A�Apabila tender yang ketiga gagal, maka kewenangan Kanwil Pertanahan NTB yang akan menunjuk langsung timnya. Dari hasil penilaian tim apraisal inilah yang menjadi dasar Pemda Sumbawa untuk melakukan ganti rugi lahan.

Diungkapkan, ada 100 lebih bidang tanah milik masyarakat yang akan terdampak dalam proses perluasan bandara ini. Adapun luasnya sekitar 15,7 hektare. (run/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka