Ketik disini

NASIONAL

Todong Presiden Rp 14 Triliun

Bagikan

JAKARTAA�– Gubernur NTBA� TGB M Zainul Majdi menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla di Istana Negara, kemarin (21/2). Rapat secara khusus membahas proyek strategis nasional dan program prioritas NTB. Kepada presiden, gubernur meminta anggaran Rp 14 triliun untuk pembiayaan sejumlah infrastruktur di NTB.

Hadir dalam rapat terbatas ini Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menhub Budi K. Sumadi, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly, Menteri Agraria/Kepala BPN Sofyan Djalil, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. Sementara Gubernur NTB didampingi Sekretaris Daerah NTB H Rosiady Sayuti dan Kepala Bappeda NTB Ridwan Syah.

Presiden membuka rapat terbatas ini dengan mengapresiasi pertumbuhan ekonomi yang mampu dicatatkan NTB. Dalam tiga tahun terakhir, kata presiden, NTB menjadi provinsi yang tumbuh sangat pesat. Tumbuh lebih tinggi dari perekonomian nasional.

a�?Jadi pada 2015, tumbuh 9,2 persen. Tahun 2016 tumbuh 5,81 persen. Di atas rata-rata nasional kita,a�? kata Presiden Jokowi.

Menurut presiden, momentum pertumbuhan yang tinggi itu harus terus dijaga, harus ditingkatkan lagi, dan harus juga terus diperhatikan aspek pemerataan ekonomi. Khususnya dalam meningkatkan pendapatan warga maupun menurunkan angka kemiskinan di NTB.

Berdasarkan data, menurut presiden, pendapatan per kapita masyarakat NTB saat ini Rp 23,74 juta per tahun atau setengah dari rata-rata nasional. Begitu juga dengan penduduk miskin, meski menurun dari waktu ke waktu, namun masih di atas angka rata-rata nasional.

Untuk itu, presiden meminta seluruh kementerian dan gubernur memperhatikan beberapa hal. Pertama, secara sektoral perekonomian di NTB disokong oleh sektor pertanian yang mencapai 24 persen, sektor pertambangan 15 persen, dan perdagangan dan eceran 13 persen.

a�?Besarnya sumbangan sektor pertanian dalam menggerakkan perekonomian daerah di NTB harus terus ditingkatkan, sehingga NTB tetap bisa menjadi salah satu daerah penghasil utama beras di Indonesia,a�? tutur presiden seraya meminta agar pembangunan infrastruktur pertanian, seperti bendungan, waduk, dan saluran irigasi bisa terus dilanjutkan dan diprioritaskan, termasuk penyiapan sarana prasarana pertanian.

Sementara terkait sektor pertambangan, Presiden Jokowi meminta agar betul-betul bisa berkontribusi pada penciptaan nilai tambah di daerah. Bukan hanya pada penyerapan tenaga kerja, tapi juga dalam menggerakkan multiplier effect, baik untuk pengembangan industri turunannya, maupun dalam menggerakkan ekonomi di sekitar wilayah tambang.

Terakhir, yang berkaitan dengan kawasan ekonomi khusus pariwisata di Mandalika, Lombok Tengah, Presiden Jokowi meminta dalam ratas tersebut bisa diselesaikan berbagai hambatan yang terjadi di proyek pembangunan infrastruktur penunjangnya. Presiden meyakini, kesiapan infrastruktur, termasuk pengembangan Bandara Internasional Lombok, pembangunan infrastruktur air bersih dan listrik akan berdampak pada kecepatan pengembangan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Mandalika.

a�?Saya juga minta agar dalam pengembangan sektor pariwisata di Kawasan Mandalika ini betul-betul memperhatikan dampaknya bagi ekonomi rakyat, terutama sektor UMKM,a�? pinta presiden.

Juru Bicara Pemprov NTB H Yusron Hadi menjelaskan, di hadapan kepala negara dan wapres, gubernur menyampaikan gambaran terkini berbagai kendala sekaligus harapan agar seluruh proyek strategis nasional di NTB segera terealisasi. Di antaranya progress proyek KEK Mandalika, jalan bypassA� port to port, pengembangan kawasan Teluk Saleh, dan pembangunan Bendungan Meninting serta bendungan Bringinsila di Sumbawa.

Untuk pengembangan KEK Mandalika, proyek yang diusulkan antara lain pembangunan jalan bypass BIL-Kuta, pembangunan SPAM kawasan Mandalika, pembangunan jalan lingkar KEK Mandalika, dan perpanjangan runway BIL yang membutuhkan anggaran Rp 14 triliun lebih.

Di antaranya untuk jalan bypass BIL-Kuta sepanjang 25 km dengan biaya Rp 1,73 trilun, jalan lingkar KEK Mandalika sepanjang 177 km dengan biaya RpA� 3,4 triliun, perpanjangan runway BIL 250 meter dengan biaya Rp 250 miliar danA� bypass port to portA� empat lajur dua arah sepanjang 103,5 km dengan estimasi biaya Rp 4,75 trilun.

Sementara untuk pengembangan Samota perlu pembangunan dermaga ferry Ai Limpung Rp 109 miliar, pembangunan jalan Sumbawa Besar-Ai Bari panjang 24,73 km biaya Rp 408 miliar dan pembangunan jalan Banggo-Labuan Kenanga-Kore-Bajo-Sila sepanjang 297 km biaya Rp 4,8 trilun.

Dalam rapat tersebut kata Yusron, diputuskan pembangunan Bendungan Meninting di Lombok Barat dan Bringin Sila di Sumbawa masuk rencana nasional 2018. Sedangkan bendungan Tanju-Mila di Dompu dan Bintang Bano di Sumbawa Barat, sedang dalam proses pembangunan dan diharapkan selesai 2018 atau 2019.

Sementara untuk pelebaran jalan BIL-Mandalika tahun 2018, Pelabuhan Kilo mulai dibangun tahun 2018, dan perpanjangan runway BIL sudah masuk perencanaan Angkasa Pura 2018. (ili/JPG/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka