Ketik disini

Selong

Petani Cabai Panen Untung

Bagikan

SELONGA�– Harga cabai yang melambung tinggi sempat diprediksi tidak akan bertahan lama. Faktanya, hingga saat ini harga cabai masih meroket. Bahkan di daerah penyangga cabai nasional sekelas Lombok Timur (Lotim) harga cabai masih mahal.

a�?Kalau buah pertama itu memang harganya Rp 80-90 ribu. Tapi kalau sekarang harganya mencapai Rp 110 ribu di sawah,a�? ungkap salah seorang petani cabai di Lotim, Rubianto.

Melambungnya harga cabai ini menurut Rubi, sapaannya karena kelangkaan yang terjadi secara nasional. Sehingga, meskipun kebutuhan cabai di Lotim maupun NTB secara umum terpenuhi, harga masih mengikuti standar nasional. Dimana, di berbagai kota seperti Jakarta, Surabaya hingga Mataram, harga cabai mencapai Rp 150 ribu per kilogram.

a�?Alhamdulillah sejak panen pertama sudah mengantongi sekitar Rp 80 juta. Kalau dari tomat baru Rp 20 juta. Karena harga tomat memang agak murah Rp 2 ribu per kilogram,a�? tutur pria ini ditemui di sawahnya kemarin (22/2).

Kondisi harga cabai mencapai Rp 110 ribu diungkapkan Rubi menjadi harga tertinggi yang pernah ditemuinya selama menjadi petani. Ia mengaku senang tidak memilih menjual cabainya langsung kepada pengepul meski sempat ditawar beberapa waktu lalu.

a�?Sempat ditawar dengan harga Rp 50 juta sama tomatnya selama musim panen. Tapi saya tolak,a�? beber pria ini.

Namun saat ini produksi cabai Rubi mulai berkurang dibandingkan bulan sebelumnya. Sekali panen ia hanya mampu mendapatkan hasil 40 kilogram dengan luas sawah 70 are. a�?Itu sekali panen kadang Rp 4-5 juta kita dapatkan. Kalau sebelumnya kan bisa sampai Rp 9 juta,a�? akunya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Lotim H Badarudin menjelaskan bahwa produksi cabai di Lotim saat ini sebenarnya masih cukup untuk kebutuhan masyarakat NTB. Hanya saja, kelangkaan dan kenaikan harga di daerah lain khususnya Pasar Induk Jakarta ikut mempengaruhi kenaikan harga.

a�?Karena di daerah lain tanaman cabai petani banyak yang gagal panen, makanya langka di nasional,a�? bebernya.

Kelangkaan di daerah lain inilah yang kemudian ikut menyebabkan harga cabai di NTB juga ikut naik. Padahal keberadaan tanaman cabai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

a�?Kenaikan cabai ini juga disebabkan karena informasi yang para petani terima. Kalau mereka tahu harga cabai naik di luar daerah, mereka tentu tidak mau menjual dengan harga yang murah,a�? akunya.

Dengan kondisi saat ini pemerintah merasa dilema. Karena, di satu sisi pemerintah harus berupaya menekan harga. Di sisi lain, harga cabai yang melambung tinggi ini tentu sangat bagus bagi petani. a�?Kalau kami di Lotim sudah mengirim cabai ke Jakarta untuk digelar operasi pasar. Agar mulai dari sana nanti harga bisa perlahan stabil,a�? tuturnya.A� (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka