Ketik disini

Catatan Redaksi

Berkeliling Pakai Sampan, Jadi Refrensi Belajar

Bagikan

Ini merupakan satu-satunya wisata mangrove di Lombok. Lokasinya di Desa Lembar Selatan. Tepatnya di Dusun Serumbung. Wisata ini sudah dibuka beberapa bulan yang lalu. Berikut Laporannya.

***

GIRI MENANG – Kabupaten Lombok Barat memang “gudangnya” lokasi wisata. Tak salah jika PAD terbesar daerah pimpinan H Fauzan Khalid ini bertumpu pada sektor pariwisata.

Beraneka ragam lokasi sungguh indah dan menakjubkan ada di sini. Mulai dari pantai, air terjun, pemandian hingga gili. Komplet. Pengunjung tinggal memilih.

Namun ada satu wisata yang terbilang unik. Tidak ditemukan di daerah lain di NTB. Menikmati pantai dengan cara unik. Lewat wisata Hutan Mangrove.

Ya, selain di Bali, sekarang Anda bisa menikmati wisata Hutan Mangrove di Dusun Serumbung, Desa Lembar Selatan.

Wisata ini dibuka sekitar delapan bulan yang lalu. Meski terhitung baru, namun tempat ini mulai menarik perhatian wisatawan lokal maupun luar daerah. Bahkan turis asing kerap kali menyempatkan diri menikmati Hutan Mangrove ini.

Wisata Hutan Mangrove sendiri merupakan kawasan dengan luas puluhan hektar. Lahan itu berisikan ribuan pohon Mangrove. Ini merupakan hasil buah tangan penduduk Serumbung, Lembar Selatan.

Lokasinya tak jauh dari Pantai Cemara. Ikon wisata di Desa Lembar Selatan. Lokasi tepatnya di belakang kantor Polisi Perairan (Polair) Serumbung. Akses menuju ke sana Anda akan berjalan sekitar 200 meter.

Akses jalan ke lokasi hanya bisa dilalui motor dan mobil. Sedangkan bus tidak bisa. Dan harus terparkir di depan kantor Polair di Dusun Serumbung.

Satu hal unik yang ditawarkan adalah, jambatan Mangrove. Jambatan kayu dengan panjang kira-kira 200 meter.

Di sebelah kanan jambatan terdapat jejeran puluhan pohon Mangrove tinggi. Tempat ini paling banyak diserbu pengunjung. Mereka berlomba-lomba untuk selfie di jembatan itu.

Masuk ke bagian utama, pengunjung dapat menikmati pemandangan di kawasan tersebut dengan berkeliling di hutan Mangrove.

Biayanya pun tak mahal. Menurut salah seorang guide perahu Roby Baok, penumpang cukup dikenai Rp 10.000. Harga tersebut pun masih bisa dinego.

Menggunakan perahu, penumpang akan dibawa berkeliling menikmati keindahan Hutan Mangrove. Penumpang juga dapat berhenti di hutan tersebut untuk mengabadikan momen.

Semua semakin menyenangkan saat berpapasan dengan perahu lainnya. Bahkan pengunjung juga dapat melihat perahu warga yang sedang memancing di lokasi tersebut.

Ternyata, tak hanya untuk wisata alam. Hutan Mangrove ini juga sebagai tempat belajar para siswa. Menurut Abeng, salah satu pedagang di tempat tersebut, banyak pelajar dari luar Lombok Barat datang melakukan riset. “Bahkan dari Jakarta pernah datang belajar ke sini,” akunya.

Ia menuturkan, beberapa sekolah sering melakukan penelitian. Mereka meneliti pohon serta kandungan air di Hutan Mangrove tersebut. Jika dibanding penduduk lokal, pengunjung lebih banyak dari luar Lobar. Bahkan ada pengunjung yang rela datang jauh langsung dari Lombok Timur.

Keindahan hutan ini membuatnya menjadi tempat untuk melakukan pre-wedding. Banyak pasangan yang akan menikah melakukan sesi pemotretan di hutan tersebut. Terutama di jambatan Mangrove.

Wisata murah meriah ini menjadi satu destinasi baru yang kini digandrungi banyak orang, terutama kaum muda. Tak perlu mengeluarkan banyak budget. Pengunjung dapat menikmati semua keindahan yang ditawarkan.

Terlebih di saat sore atau jelang malam. Keindahan sunset yang terlihat dari celah bakau memberi nilai lebih. Sungguh pemandangan langka yang tidak bisa dinikmati di lokasi wisata lain.

Menurut informasi, wisata ini dikelola langsung oleh masyarakat sekitar. Pihak Dusun Serumbung memberikan izin bagi semua warga yang ingin membangun usaha di tempat tersebut.

Pembangunannya pun masih bertahap. Jambatan Mangrove masih akan diperpanjang. Begitu juga dengan fasilitas lainnya. (M ZAINUDDIN/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka