Ketik disini

Selong

Dikmen Pantau Protes Siswa SMAN 1 Selong

Bagikan

SELONG – Protes sejumlah siswa SMAN 1 Selong menuntut penggantian kepala sekolah Senin (20/2) lalu ditindak lanjuti oleh Kepala Layanan Dikmen dan Pendidikan Khusus Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Lombok Timur, Junaidi. Pihaknya berencana segera mempertemukan kepala sekolah dengan sejumlah siswa anggota OSIS membahas permasalahan yang selama ini kerap dikeluhkan siswa.

a�?Saya ditelpon oleh Kepala Dinas Dikbud Provinsi, Pak Suruji untuk menindaklanjuti hal ini. Saya sudah temui kepala SMAN 1 Selong H Abdurrahim langsung dan mendengarkan persoalannya dari beliau,a�? kata Junaidi saat ditemui di ruangannya kemarin (23/2).

Dari hasil komunikasi dengan kepala sekolah, Junaidi mendapat laporan bahwa aksi protes yang dilaksanakan para siswa tidak berupa demo. Aksi protes tersebut hanya dilaksanakan dalam bentuk penyaluran aspirasi siswa usai pelaksanaan upacara.

Menurutnya kasek menceritakan semua berawal ketika siswa yang mengikuti Lomba Fotografi berhasil menjadi juara. Hadiah juara kemudian dibagikan OSIS kepada siswa saat upacara berlangsung.

A�a�?Setelah hadiah diterima oleh juara, uangnya itu yang kemudian diberikan kepada kepala sekolah sebagai bentuk protes yang dirangkai dengan dialog,a�? kata dia.

Pada momen upacara itu juga para siswa langsung meminta kasek mundur. Karena A�kebijakan kasek dari penjelasan Ketua OSIS Taufiqurahman menyebabkan sejumlah kegiatan siswa tidak bisa terlaksana. a�?Kami berharap kepala sekolah ini diganti,a�? kata Taufiqurahman kepada Lombok Post.

Setelah diklarifikasi oleh Junaidi, hal itu memang benar adanya terjadi. Dari informasi yang ia serap, para siswa hanya meminta kegiatan ekskul yang selama ini dianggap dihambat bisa dihidupkan kembali. Namun, setelah mendapat pemaparan mengenai ketersediaan anggaran, memang tidak bisa semua ekskul bisa difasilitasi.

A�a�?Makanya dalam waktu dekat kami berencana untuk memfasilitasi pertemuan anggota OSIS dengan kepala sekolah. Agar ada solusi dan jalan keluar bagi permasalahan ini,a�? ungkapnya.

Kabar yang dihimpun Lombok Post, aksi protes siswa SMAN 1 Selong kepada kepala sekolah bukan terjadi kali ini saja. Aksi serupa hampir terjadi setiap tahun sejak tahun 2015 bahkan 2016 lalu. Mulai dari aksi demo hingga mogok belajar. Berhembus kabar bahwa aksi ini dilakukan karena pengangkatan Kepala SMAN 1 Selong disinyalir ada nuansa politis kebijakan kepala daerah.

a�?Ya, kami memang melihat seperti itu. Pengangkatan kepala sekolah ini bukan karena kompetensinya, tetapi ada nuansa politis di dalamnya. Sehingga tentu akan berdampak pada sekolah,a�? kata Ketua Komisi II DPRD Lotim Lalu Hasan Rahman.

Hasan Rahman menjelaskan bahwa untuk penunjukan jabatan Kepala Sekolah di sekolah favorit seperti SMAN 1 Selong A�semestinya melihat jenjang karir dan kompetensi pejabat yang ditunjuk.

Sementara Kepala SMAN 1 Selong H Abdurrahim menjelaskan bahwa protes yang dilaksanakan siswa dikarenakan mereka tidak tahun batasan mereka. Sejumlah kegiatan ekskul yang tidak bisa terlaksana juga akibat adanya skala prioritas di sekolah.

a�?Siswa itu belum tahu mana batasan-batasan mereka. Tugas mereka itu hanya diajar, dididik dan dilatih. Tidak perlu mengurusi masalah dana dan anggaran,a�? ucapnya Senin (20/2) lalu. (ton/r2)A�

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka