Ketik disini

Selong

Hunian Hotel di Lotim Meningkat

Bagikan

SELONG – Tingkat hunian hotel di Lombok Timur (Lotim) selama tahun 2016 mengalami peningkatan. Tak hanya hotel di daerah wisata, sejumlah hotel di wilayah perkotaan mengaku juga mengalami peningkatan pengunjung.

“Dari tahun ke tahun memang selalu ada peningkatan. Alhamdulillah tahun lalu juga begitu meski tidak begitu signifikan,” kata owner Paer Doe Hotel Sembalun Lalu Maruhun.

Pria yang akrab disapa Mamiq Ika ini menuturkan pengunjung yang datang ke penginapan miliknya didominasi oleh wisatawan mancanegara. Kebanyakan mereka yang datang adalah para wisatawan yang ingin berlibur dengan mendaki sejumlah pegunungan yang ada di Sembalun.  Seperti Rinjani, Bukit Nanggi, Pegasingan, Gunung Dandaun dan Anak Dara.

“Jadi ketika Rinjani tutup sekalipun, pengunjung tetap ramai,” bebernya.

Perbandingan jumlah pengunjung lokal dan wisatawan mancanegara menurut Mamiq Ika memiliki persentase 65 persen banding 35 persen.

“Sama, kebanyakan pengunjung lokal juga menginap untuk berwisata dan trekking. Ada juga sih yang datang berbulan madu. Tapi belum signifikan. Makanya kita harapkan tahun ini dampak label world best halal honeymoon destination itu bisa terasa,” harapnya.

Jika melihat statistik, jumlah pengunjung di penginapan miliknya diungkapkan Mamiq Ika berada di angka sekitar 1.500 pengunjung per tahun. “Ini kan baru satu penginapan, di Sembalun ada sekitar 12 penginapan. Makanya semoga di tahun 2016 ini ada peningkatan yang signifikan,” ucapnya.

Tak hanya di Sembalun, sejumlah pemilik penginapan di Tete Batu juga mengungkapkan demikian. Owner Surya Hotel, Kusma Adnan mengaku lonjakan pengunjung hotel terjadi sejak Bulan April hingga Oktober 2016 lalu. Dimana, jumlah peningkatan pengunjung mencapai 50 persen.

“Bahkan sekarang kami telah menjalin MoU dengan travel agent seperti Traveloka. Dulu travel agent seperti ini kan hanya melirik hotel di perkotaan. Tapi sekarang mereka melihat potensi penginapan di pedesaan juga cukup menjanjikan,” bebernya.

Wisata pendakian Sangakareang dan panorama persawahan menjadi daya tarik bagi wisatawan ke Tete batu. Sama seperti di Sembalun, 70 persen pengunjung di Tete Batu merupakan wisawatan Mancanegara. Sisanya baru pengunjung lokal.

 “Kebanyakan mereka yang ke penginapan kami itu wisawatan asal Prancis, Belanda dan negara Eropa lainnya,” bebernya.

Tak Hanya di area destinasi wisata, hotel yang ada di wilayah perkotaan  Selong juga mengami hal serupa. Pemilik Hotel Pondok Bambu yang ada di kawasan Pancor Zulkifli Hamdi mengaku kenaikan pengunjung hotel mencapai 70 persen. “Tapi kalau kami lebih banyak yang lokal. Yang biasanya ada agenda pemerintahan,” tuturnya.

Kebanyakan pengunjung hotel dikatakan Zul, sapaan akrabnya merupakan mereka yang menggelar kegiatan rapat atau pertemuan. “Kami bersyukur kebijakan pemerintah untuk menggelar acara di hotel diperbolehkan kembali. Soalnya kami kalau yang di kota ini lebih banyak dari sana pengunjungnya,” tandasnya. (ton/r2)  

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka