Ketik disini

Sumbawa

Penanganan Air Asam Tambang Sudah Maksimal

Bagikan

TALIWANG — Pemerintah Daerah (Pemda) Sumbawa Barat mengaku upaya pengembalian kondisi lingkungan setelah meluapnya air asam tambang PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) sudah maksimal.  Selain itu, proses pengembalian kondisi lingkungan seperti semula juga diawasi langsung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Hal itu sesuai pertemuan terakhir yang dilakukan AMNT dengan Pemda KSB beberapa waktu lalu.

‘’Upaya yang dilakukan PTAMNT selama ini sudah maksimal. Bahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga ikut mengawasi terkait hal ini,’’ jelas Bupati Sumbawa Barat H Musyafirin kepada wartawan, kemarin (23/2).

Desakan sejumlah pihak agar Pemda KSB segera mengambil sikap tegas terkait masalah tersebut, ditanggapi dingin orang nomor satu KSB ini. Bupati menegaskan, pemerintah saat ini lebih fokus pada upaya penanganan dalam rangka mengembalikan kondisi lingkungan seperti semula.

‘’Fokus kita yang paling penting saat ini bagaimana mengembalikan kondisi lingkungan sekitar seperti semula. Ini paling penting. Dan tim dari pusat juga sudah datang. Hanya saja, saya juga belum mendapat laporan resmi tentang hasil kerja tim ini,’’ katanya.

Pengembalian kondisi lingkungan jauh lebih penting dibanding harus melakukan berbagai langkah yang nota bene harus disesuaikan dengan aturan yang berlaku. Karenanya, fokus pengembalian kondisi lingkungan menjadi hal paling memungkinkan dilakukan pemerintah bersama pihak perusahaan.

‘’Kalau nanti ada aturannya tentang kompensasi dan lain sebagainya, itu masalah lain. Tapi bagaimana fokus saat ini kondisi lingkungan pasca air asam tambang meluap harus normal seperti semula,’’ katanya.

Meluapnya air asam tambang AMNT sendiri lanjutnya, lebih disebabkan karena intensitas cuaca saat itu sangat tinggi. Kondisi ini mengakibatkan naiknya air yang ada di Dam Santong 3 dan Tongo Loka.

‘’Dalam limit waktu yang begitu dekat, intensitas hujan yang turun tinggi. Kondisi ini mengakibatkan grafik air naik tajam. Nah daruratnya disitu, inilah yang kemudian memunculkan kejadian luar biasa,’’ paparnya.

Kejadian luar biasa, kata bupati, murni disebabkan kondisi curah hujan yang sangat tinggi. Bahkan dalam kurun waktu Januari sampai Februari intensitas hujannya sama dengan kapasitas hujan dalam satu tahun. Untuk air asam yang ada di Santong 3, bupati mengaku kondisinya tidak terlalu mengkhawatirkan. Sebaliknya, status kejadian luar biasa ini hanya ditetapkan untuk air asam tambang yang ada di Dam Tongo Loka.

‘’Saat air asam tambang meluap ke sungai memang baku mutu air sungai setempat berada dibawah standar. Tapi setelah dilakukan tanggap darurat secara maksimal. Kondisi lingkungan sekitar sudah kembali normal,’’ tegasnya.

Ditambahkannya, pemerintah juga belum bisa menyikapi terkait kekhawatiran warga pasca insiden tersebut. Bupati bahkan mengaku, pemerintah belum berpikir sampai sejauh itu terkait khawatiran yang terus bermunculan sampai saat ini. Namun ditegaskan bupati, wajar ketika pemerintah melarang masyarakat untuk menggunakan air yang tercemar air asam tambang. Apalagi, air yang digunakan itu masih dalam proses pencegahan.

‘’Apapun namanya, kalau memang kondisinya dalam proses pencegahan tentu harus dihindari. Apalagi kondisi airnya berubah warna. Tapi sepanjang sudah dilakukan upaya pencegahan dan dinyatakan kembali normal, InsyaAllah tidak ada masalah,’’ katanya.

Berdasarkan laporan yang diterima pemerintah, dari sekian banyak titik yang menjadi lokasi tumpahan air asam tambang, tinggal satu titik pengambilan sampel saja yang PH airnya dibawah baku mutu standar. Sementara titik lainnya itu sudah sesuai baku mutu.

‘’Laporan itu tanggal 13 Februari 2017. Sementara presentasinya ke pemerintah juga 15 Februari 2017. Artinya, selama rentan waktu itu, satu titik ini sudah dilakukan berbagai langkah maksimal,’’ pungkasnya. (far/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka