Ketik disini

Tanjung

Pengusaha Tak Bisa Main-main Lagi

Bagikan

TANJUNGA�– Rencana Pemkab Lombok Utara untuk mewujudkan penggunaan sistem online dalam pembayaran pajak hotel dan restoran (PP1) akan segera terwujud. Penggunaan sistem online (e-Tax) ini untuk mencegah pengusaha tidak jujur dalam membayarkan pajak tersebut. Karena selama ini pengusha membayar pajak dengan sistem manual. a�?Selama ini petugas yang turun untuk mengambil pajak. Tapi tidak jarang juga pengusaha membayar langsung ke sini,a�? ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Utara Zulfadli.

Ditambahkan, penerapan e-Tax ini akan dimulai tahun ini. Direncanakan dengan anggaran Rp 1 miliar yang disediakan untuk melengkapi peralatan. Ini bisa mencakup sekitar 100 hotel dan restoran.

Sebaran tempat usaha yang akan disasar untuk menerapkan e-Tax ini tidak hanya di tiga gili tetapi juga wilayah daratan Lombok. Namun, akan diproitaskan untuk pengusaha yang ada di gili. Sehingga para pengusaha ini merasa nyaman berbisnis dan merasa mudah untuk menyetorkan pajaknya ke daerah.

Untuk memulai e-Tax ini, pihaknya telah menganggarkan untuk pengadaan perangkat online yang akan ditender. Kemudian, nanti pihaknya akan memasangkan link ke ratusan pengusaha baik hotel maupun restoran. a�?Kita sudah belajar banyak soal ini ke Bandung dan Bogor. Nanti juga ada aplikasi yang bisa kita pakai hibah dari daerah tadi,a�? katanya.

Menurutnya, dengan keberadaan pajak online akan lebih mengefesiensikan waktu, baik pihak pemda maupun pengusaha. Setelah ini dijalankan, maka uang pajak itu akan langsung masuk ke rekening pemerintah.

Untuk melaksanakan pajak online ini, pihaknya akan berencana bekerjasama dengan Bank NTB. Pihaknya memilih Bank NTB, karena pemerintah daerah memiliki nilai investasi dan merupakan bank daerah serta selama ini selalu bekerjasama.

Adapun sumber PAD Lombok Utara pada Banpeda sebesar Rp 74,19 miliar. Terdiri dari pajak daerah sebesar Rp 71,68 miliar seperti pajak hotel Rp 29,8 miliar, pajak restoran Rp 17,4 miliar, pajak hiburan Rp 700 juta, pajak reklame Rp 200 juta, PBB Rp 8 miliar. Sedangkan sumber PAD lain-lain yang sah sebesar Rp 2 miliar. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys