Ketik disini

Praya

Petugas ULP Dilindungi Hukum

Bagikan

PRAYA – Para petugas Unit Layanan Pengadaan (ULP) di Lombok Tengah (Loteng), dipastikan akan mendapatkan perlindungan hukum. Kebijakan itu disiapkan, karena selama ini mereka kerap menjadi bulan-bulanan pihak-pihak tertentu, yang merasa tidak puas dengan hasil layanan.

“Kerja sama akan dibangun dengan kepolisian dan kejaksaan,” kata perwakilan  Millenium Challenge Account-Indonesia (MCA-I) Sofia, saat melaksanakan bimbingan teknis  kepada para petugas ULP Loteng, di ruang rapat utama kantor bupati, kemarin (23/2).

MCA-I itu sendiri, terangnya merupakan lembaga asal USA, yang bekerja sama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Tujuannya, untuk meningkatkan kapasitas personalia ULP, melalui berbagai pelatihan dan bimtek kepada petugas  ULP yang berstatus fungsional.

Program tersebut, kata Sofia akan berakhir sampai Juli 2018 mendatang. Bintek yang dilaksanakan MCA-I, menurut Sofia dianggap penting karena selama ini para petugas ULP pasti mendapat sorotan miring, dari teror, demonstrasi, SMS gelap, pencatunan nama pejabat tertentu dan lain sebagianya.

Sorotan itu wajar saja terjadi, diakuinya karena ULP di Loteng berhasil menjaga independensi, profesionalitas dan transparansi. Kondisi semacam itu pun, membuat MCA-I dan LKPP sepakat akan membangun kerja sama dengan kepolisian dan kejaksanaan.

“Yang jelas, ULP Loteng menjadi salah satu ULP percontohan di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setda Loteng H Muhammad merasa bersyukur karena petugas ULP memiliki kepastikan hukum dalam bekerja. Dengan begitu, seluruh petugas dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan tenang dan nyaman.

“Alhamdulillah,” katanya.

Ia mengatakan, setiap pengumuman lelang barang dan jasa di ULP, pembatasan hubungan dan komunikasi dengan pihak luar, baik penyedia maupun pejabat dikurangi, bahkan ditiadakan. Tujuannya, untuk mengindari tuduhan permainan. “Konfirmasi bahan-bahan kebutuhan lelang saja, bukan dilakukan oleh Pokja ULP, melainkan sekretariat ULP,” ujarnya.

“Cara itu, untuk mendorong, mengembangkan dan memperkuat kapasitas ULP melalui program modernisasi pengadaan nasional,” tambah mantan Kabag Aset Setda Loteng tersebut.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka