Ketik disini

Praya

Sirkuit F1 di Mandalika Hanya Wacana

Bagikan

PRAYA – Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) di Praya Lombok Tengah (Loteng), belum memikirkan terlalu jauh untuk membangun sirkuit balap Formula 1 (F1), di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Resort di Desa Kuta, Pujut. Alasannya, karena mereka masih berkonsentrasi menyelesaikan yang ada didepan mata.

“Begitu saya ditugaskan di KEK Mandalika Resort, saya berpikir untuk membangun yang pasti-pasti saja,” kata Direktur Konstruksi dan Operasional ITDC Ngurah Wirawan, Rabu (22/2).

Kedepan, ia mengaku tidak mau berbicara terlalu jauh, membangun ini dan itu. Ia tidak ingin, ucapan yang disampaikan justru menjadi masalah dikemudian hari.

“Itu saja,” tegasnya.

Saat ini, kata Wirawan ITDC sedang berkonsentrasi membangun Hotel Pullman, Masjid Mandalika, penataan pantai Kuta, infrastruktur jalan raya dan saluran irigasi. Anggarannya pun sudah tersedia, terbagi sesuai posnya masing-masing.

Dalam perjalanannya, pihaknya sudah meminta kepada perusahaan pemenang tender, agar menyelesaikan seluruh pembangunan tersebut, sesuai perjanjian kerja sama yang sudah ditandatangani. Salah satunya, Hotel Pullman.

Total anggaran pembangunan hotel tersebut, beber Wirawan sebesar Rp 400 miliar lebih, dengan jumlah kamar sebanyak 250 unit. Tahap pertama, ITDC sudah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 70 miliar lebih. Pembangunannya pun, tetap melibatkan masyarakat lingkar KEK Mandalika Resort.

“Kami sudah sepakat, sebelum membangun, kami akan melaksanakan sosialisasi terlebih dahulu,” kata Wirawan yang baru enam bulan berkantor di Mandalika.

Kebijakan tersebut, tambah Wirawan berdasarkan pengalamannya membangun di Nusa Dua Bali. Hasilnya pun berjalan lancar dan aman. Kendati demikian, ia optimis KEK Mandalika kedepannya, akan mengalahkan Nusa Dua Bali, tinggal masyarakat siap atau tidak menerima perubahan.

“Kita bersyukur dan berterima kasih, ITDC mulai menunjukkan keseriusannya,” cetus Kepala Badan Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Winarto.

Senada dikatakan Camat Pujut Lalu Sungkul. Dikatakannya, masyarakat wilayah selatan Gumi Tatas Tuhu Trasna, sudah berpuluh-puluh tahun menunggu pembangunan KEK Mandalika. Begitu ITDC menunjukkan keseriusannya, maka seluruh masyarakat wajib mendukung, tidak boleh ada kata menolak dan sebagainya.

“Dukungan yang kita inginkan itu, cukup dengan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Mantan Kabid Pengembangan Pariwisata Disbudpar Loteng tersebut.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka