Ketik disini

Metropolis

Baca Dua Juz, Gratis Makan Sepuasnya

Bagikan

Mencari keuntungan tidak hanya terbatas di dunia, tapi juga akhirat. Inilah yang dilakukan Warung Putra 99. Demi menarik minat pembeli, sekaligus mendapat pahala, pemilik menerapkan syarat unik.

***

LETAKNYA di Jalan Caturwarga 16 X Kota Mataram. Beberapa meter sebelah barat kantor BKKBN Provinsi NTB. Tepatnya di depan kantor BPR Pitih Gumarang.

Sebuah warung kecil yang hampir tak terlihat, diapit banyaknya apotik di kawasan tersebut. Hanya sebuah spanduk kecil terlihat bertuliskan a�?Warung Putra 99a�?. Sama seperti warung lainnya. Warung ini menyediakan beragam jenis makanan.

Ada belasan menu ditawarkan di warung ini. Namun menu utamanya yakni Seblak Ceker Mercon berbagai level. Makanan ini terbilang masih jarang di Kota Mataram.

Namun bukan seblak yang membuat warung ini unik dan ramai pengunjung. Warung ini menjadi unik dengan satu konsep yang belum ada di Mataram. Warung yang baru berdiri sejak September 2016 ini dikelola lima sekawan asal Malengka Jawa barat. Mereka mengusung konsep Islamiah, di mana membaca 2 juz Alquran, pengunjung bisa makan gratis.

Didin Hajidin, salah satu pengelola Warung Putra 99 menuturkan, rata-rata banyak orang lebih memilih bermain gadget. Bahkan saat makan pun orang lebih sibuk dengan gadget, seperti selfie atau memfoto makanan.

a�?Kalau waktu main gadget itu diganti dengan membaca Alquran, pasti lebih bermanfaat,a�? tuturnya.

Metode baca 2 juz tersebut dilakukan semata-mata untuk mencari berkah. Ia tak pernah memaksa dan mewajibkan pembeli melakukan syarat tersebut. Ia ingin pengunjung melakukan hal tersebut dari hati dan tanpa paksaan.

a�?Makan gratis itu hanya jadi perangsang saja,a�? ujarnya.

Sebab itu ia mempersilahkan pengunjung mengajukan diri jika berminat. Setelah usai membaca 2 juz tersebut, pembeli dipersilahkan makan gratis. Tak hanya sepiring makanan di warung tersebut, tapi sepuasnya.

a�?Terserah mereka mau makan apa saja sepuasnya,a�? kata Didin.

Ia melanjutkan, sejauh ini warung yang buka pukul 10 pagi hingga 11 malam ini mendapat respon baik dari pengunjung. Sebagai buktinya, pengunjung yang datang dari berbagai daerah. Seperti dari Sesela Lombok Barat, Lombok Timur hingga Jakarta.

a�?Waktu itu ada orang Jakarta keturunan Arab yang kebetulan jalan nanya sekaligus ngaji di sini,a�? pungkasnya.

Namun meski gratis, banyak pengunjung yang memilih membayar. Menurut para pengunjung tersebut, mereka mengaji juga untuk mencari berkah dan pahala. Bukan untuk sekedar mencari makan gratis.

“Ujung-ujungnya mereka bayar. Padahal gak apa-apa gak bayar,” tandasnya. (FERIAL AYU/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys