Ketik disini

Giri Menang

Hidung Lebur, Mulut Robek, KIS Diblokir

Bagikan

Delapan tahun Inaq Marean hidup dengan rasa sakit luar biasa. Ia hanya bisa pasrah, kanker di hidungnya terus tumbuh dan menyebar. Kondisinya kini makin parah. Sebagian hidungnya melebur.

***

GIRI MENANG – Di sebuah rumah, di Dusun Tongkek, Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Inaq Marean menjalani hari-harinya selama delapan tahun dengan rasa sakit yang luar biasa. Sepintas terlihat sosoknya sehat. Namun jika dilihat lebih dekat, kondisinya membuat hati terenyuh.

Inaq Marean didiagnosa terkena kanker di bagian hidung. Karena penanganan yang tidak maksimal, kini wajahnya rusak. Sebagian hidungnya telah melebur. Bahkan, mulutnya robek.

Berbagai cara sebenarnya sudah dilakukan Inaq Marean agar bisa sembuh. Namun karena keterbatasan biaya, dia akhirnya hanya dirawat di rumah dengan obat-obatan seadanya.
Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari pemerintah pusat yang jadi harapan masyarakat miskin seperti dia ternyata tak bisa membantu. Kartu a�?saktia�? Presiden Jokowi itu sudah diblokir. Entah karena alasan apa. Kartu itu tidak bisa dipakai berobat lagi.

Kini Inaq Marean sulit mendapatkan penanganan yang lebih baik. Operasi yang diidam-idamkan tak kunjung bisa dilakukan. Karena keterbatasan ekonomi, ia hanya bisa pasrah dengan keadaan.

Kondisinya sekarang sudah sangat parah. Akibat penyakitnya dan wajahnya yang sudah tak berbentuk. Warga sekitar bahkan takut mendekatinya.

Sahwan keponakan Inaq Marean menuturkan, bibinya menderita kanker tersebut sudah delapan tahun yang lalu. Bermula dari benjolan kecil seperti tahi lalat di hidung. Karena gatal, dia sering kali menggaruk hingga berdarah.

Tak pernah terbayang, jika benjolan itu adalah kanker ganas. Papuq Malean membiarkan begitu saja.A� Lambat laun, benjolan ini semakin membesar.

Sahwan mengaku pernah membawa Papuq Malean berobat ke Rumas Sakit Kota Mataram. Berbekal kartu BPJS. Dari situlah dia tahu jika penyakit yang diderita neneknya adalah kanker.

a�?Pihak rumah sakit meminta dirujuk ke rumah sakit Sanglah Bali agar dioperasi,a�? kenangnya.

Akibat kondisi ekonomi yang tidak berkecukupan, pihak keluarga pun harus mengurung niat membawa Inaq Marean berobat. Ia pun terpaksa setiap hari setiap malam menahan rasa sakit yang luar biasa.

Inaq Marena hanya bisa pasrah dengan keadaan.A�Berharap ada uluran tangan dari donatur yang membantu pengobatannya. (M ZAINUDDIN/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka