Ketik disini

Praya

IPM Loteng Masih Rendah

Bagikan

PRAYA – Di tahun 2020 mendatang, Pemkab Lombok Tengah (Loteng) menargetkan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dari saat ini diposisi delapan, menjadi ke lima dari 10 kabupaten/kota di NTB. Caranya, menggenjot program pendidikan dan kesehatan.

“Kalau kita kompak, maka Insya Allah, target itu bisa kita capai. Karena itu kunci kesuksesan,” kata Asisten I Setda Loteng HL Muhammad Amin, kemarin (24/2).

Berbicara bidang pendidikan, terang Amin program tersebut harus “dikeroyok” beberapa dinas dan instansi terkait. Ia tidak ingin, ada anak usia sekolah, justru tidak bersekolah.

“Bagaimana pun caranya, kasus semacam itu harus ditekan,” serunya.

Jenjang pendidikan, tekan Amin harus dilalui dari bangku sekolah dasar (SD), hingga tamat SMA. Lebih sempurna lagi, sampai perguruan tinggi.

“Sebenarnya, di daerah kita tercinta ini, banyak sekali gelar tersebut. Tapi, mereka tidak tinggal di Loteng,” sesalnya.

Namun, diakui Amin hal itu bukan menjadi penyebab IPM Loteng di posisi terendah. Melainkan, minimnya kesadaran masyarakat tentang, pendidikan anak-anaknya. Diperparah lagi, program Keaksaraan Fungsional (KF) yang masih menjadi masalah.

Seharusnya, lanjut Amin program itu  tuntas 100 persen. Namun, karena tidak diasah dan dilatih, malah muncul lagi. Sehingga, persoalan tersebut harus dicarikan jalan keluar terbaik.

 “Sementara di bidang kesehatan, kita akan menggenjot prilaku sehat dan bersih,” katanya.

Yang tidak kalah pentingnya, tambah Amin menekan angka kematian bayi dan ibu hamil hingga nol persen. Diantaranya dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas para tenaga medis, memperbanyak fasilitas, sarana dan prasarana kesehatan. Bila perlu, Puskesmas ada dua per kecematannya. Begitu pula, Pustu dan Polindes.

“Pencegahan penyebaran penyakit menular juga harus digenjot, bagaimana pun caranya. Mohon aparatur pemerintah desa, ikut serta membantu,” serunya lagi.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka