Ketik disini

Kriminal

Kasus Alat Peraga IT KLU Segera Tetapkan Tersangka

Bagikan

MATARAM – Kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga berbasis Teknologi Informasi (IT) di Kabupaten Lombok Utara, mulai menunjukkan titik terang. Seteleh melakukan serangkaian penyidikan, polisi akhirnya mengantongi nama tersangka dari proyek senilai sekitar Rp 5 miliar itu.

Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Bagus Satrio Wibowo mengatakan, progress penyidikan perkara IT KLU berjalan dengan baik. Audit perhitungan kerugian negara (PKN) dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTB, pun telah rampung.

a�?Audit sudah selesai, hasil kerugian negaranya juga sudah kita dapatkan,a�? kata Bagus, kemarin (24/2).

Bagus mengatakan, keluarnya nilai kerugian negara, menggenapi alat bukti yang dibutuhkan. Pihaknya juga telah mengantongi nama calon tersangka pada kasus ini.

a�?Tersangka sudah ada,a�? aku dia.

Namun, perwira dua mawar masih enggan membocorkan identitas calon tersangka tersebut. A�Ia mengatakan, penyidik masih akan melakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka. Selanjutnya, yang bersangkutan akan dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka.

a�?Gelar dulu, setelah itu kita periksa tersangka,a�? katanya.

Sedikit mengulas, kasus dugaan korupsi alat peraga IT berasal dari APBD Provinsi NTB sebesar Rp 5 miliar. Dana tersebut disalurkan kepada Dikpora KLU dan dibagikan kepada 33 sekolah berupa alat peraga. Masing-masing sekolah menerima satu paket alat peraga berbasis IT yang terdiri dari lima item alat peraga.

Selain itu, alat pembelajaran sebanyak 23 item, alat penunjang sensor sebanyak lima item diterima 33 SD. Ada pula Kit Elektro Magnet sebanyak 21 item dan alat penunjang sensor sebanyak tujuh item.

Dalam perjalanannya, polisi mendapat laporan masyarakat adanya penyimpangan. Indikasi tersebut terlibat pada proses lelang yang dilakukan. Selain itu, sejumlah alat yang didistribusikan ternyata tidak memberi manfaat. Banyak guru yang tidak mampu mengoperasikannya.

Di kasus ini, polisi sedikitnya telah memeriksa puluhan saksi terkait. Termasuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan rekanan proyek. (dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka