Ketik disini

NASIONAL

Momentum Sahkan UU Perbukuan

Bagikan

JAKARTAA�a�� Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyesalkan peredaran buku terbitan Tiga Serangkai (TS) berjudul Aku Berani Tidur Sendiri. Pasalnya buku tersebut berkonten negatif, yakni soal masturbasi. Kasus ini harus jadi memontum mempercepat pembahasan RUU Perbukuan yang ngendong di DPR sepuluh tahun lebih.

Ketua KPAI Asrorun Nia��am Sholeh mengatakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) memang bertugas mengawasi buku. Namun yang diawasi Kemendikbud khusus untuk buku-buku pelajaran atau teks sekolah. a��a��Sementara untuk buku-buku umum, termasuk buku parenting tidak diawasi oleh Kemendikbud,a��a�� katanya di kantor KPAI kemarin (24/2).

Menurut sekretaris Komisi Fatwa MUI itu, negara harus hadir dalam peredaran buku-buku yang dijual bebas di masyarakat. Dia berharap pemerintah memasukkan klausur pengawasan konten buku di RUU Perbukuan. Asrorun sangat menyayangkan karena RUU Perbukuan mulai dibahas sejak 2004 silam, namun sampai sekarang belum beres.

Khusus untuk buku terbitan anak perusahaan Tiga Serangkai itu, Asrorun mengatakan bisa jadi pihak penulis dan penerbit merasa tidak ada masalah. Sehingga mereka klaim bahwa buku tersebut mengandung unsur pendidikan seksual untuk anak-anak. Namun Asrorun mengingatkan konten tersebut tidak diterima oleh publik. a��a��Jangan dipaksakan diterbitkan. Apalagi jelas-jelas bertentangan dengan norma publik,a��a�� jelas dia.

Kabid Perbukuan dan Pembelajaran Puskurbuk Kemendikbud Supriatna membenarkan bahwa selama ini mereka tidak bisa mengawasi buku non teks. Sehingga buku-buku non teks itu beredar begitu saja di pasaran. a��a��Kami (Kemendikbud) tidak memiliki kewenangan masuk ke industri perbukuan,a��a�� jelasnya.

Meskipun begitu Supriatna menjelaskan di dalam draft RUU tentang Perbukuan sudah dimasukkan unsur pengawasan. Termasuk memberikan label rating buku sesuai target pembaca. Nantinya setiap buku akan diberi keterangan sebagai buku anak-anak atau segala usia, buku remaja, dan buku dewasa.

a��a��Selain pengawasan isi, RUU Perbukuan juga mengatur soal harga,a��a�� jelasnya. Supriatna mengatakan nantinya setiap buku yang beredar, harus ditulis harga eceran tertinggi di setiap sampulnya. Selama ini keterangan harga buku berupa tempelan yang bisa diubah sewaktu-waktu.

Direktur Operasional PT Tiga Serangkai Gatot Wahyudi menjelaskan mereka tidak berniat membuat buku untuk mengajari anak-anak melakukan masturbasi. Menurut dia buku tersebut diperuntukkan sebagai panduan orangtua. a��a��Khususnya ketika mengetahui anaknya melakukan seperti itu,a��a�� katanya. Namun pada perkembangannya dengan desain yang khas buku anak-anak, buku tersebut dicap publik sebagai buku anak-anak.

a��a��Kasus ini kami jadikan pelajaran buat kami,a��a�� katanya. Dia menuturkan PT TS berjanji akan menerbitkan buku-buku yang berkualitas. Selain itu juga melibatkan tim penulis dan tim pemantau yang berkompeten di bidangnya. (wan/JPG/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys