Ketik disini

Praya

Penelpon Gelap Ngaku Pejabat BPKP

Bagikan

PRAYAA�– Seluruh pejabat SKPD lingkup Pemkab dan pemerintah kecamatan di Lombok Tengah (Loteng), diingatkan untuk tidak menanggapi telepon gelap, yang mengaku dirinya dari BPKP, kepolisian maupun kejaksaan. Tujuannya, ingin mencari-cari kesalahan, lalu melakukan pemerasan.

a�?Saya pernah menerima telepon gelap, yang mengaku dari BPKP. Tapi, bersangkutan meminta saya untuk mengirimkan nomor bupati, ajudan bupati dan bagian umum Setda Loteng,a�? kata Kabag Humas dan Protokol Setda Loteng HL Herdan, kemarin (24/2).

Permintaannya, diakui Herdan tidak digubris. Namun, selang beberapa puluh menit kemudian, ada telepon gelap lagi. Kali ini, yang menelepon mengaku dari pejabat Polres Loteng. Lagi-lagi, bersangkutan ingin dikirimkan nomor seluruh kepala dinas dan kepala badan lingkup Pemkab, termasuk para camat.

a�?Karena yang menelepon itu dari pejabat Polres. Saya pun langsung mengecek ke Polres. Ternyata, nomor tersebut bukan nomor pejabat yang dimaksud,a�? kata Herdan.

Setelah dihubungi kembali kedua nomor tersebut, kata Herdan ternyata sudah tidak aktif. Ia pun khawatir modus baru penipuan itu akan mengganggu kinerja para pejabat SKPD. Untuk itulah, pihaknya menyarankan agar, para pejabat tidak menggubrisnya. Bila perlu, dikroscek kebenarannya.

a�?Hal yang sama, saya alami. Saya dihubungi penelepon gelap, mengaku dari Reskrim Polres Loteng,a�? sambung Kasubag Pemberitaan Humas dan Protokol Setda Loteng H Iswandi Khairi.

Dalam perbincangan singkat, beber Iswandi penelepon gelap itu, ingin dikirimkan nomor bagian Administrasi Pemerintahan Umum (APU) Setda Loteng. a�?Tapi, saya kirimkan nomor orang lain,a�? ujarnya sembari tertawa.(dss/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys