Ketik disini

Politika

Siapa Aja Boleh Jadi Gubernur

Bagikan

MATARAM – Wacana Partai Demokrat NTB yang memberi kesempatan kepada tokoh-tokoh dari Pulau Sumbawa menjadi calon gubernur mendapat tanggapan dari sejumlah politisi.

Tak sedikit yang mengambil sisi positif sebagai ajang berdiskusi. Namun ada pula yang beranggapan, jika memang ingin mengedukasi masyarakat maka harus bersikap adil.

Politisi NasDem H Muh Amin mengatakan, siapa saja bisa menjadi pemimpin di NTB. Selama tokoh atau figur tersebut memiliki kemampuan, berkualitas, dan dipercaya masyarakat. a�?Selama masih sebagai warga negara Indonesia, kenapa tidak, kan masyarakat yang memilih,a�? ucap Amin, kemarin (24/2).

Menurutnya, jika memang bermaksud pemimpin tanpa memandang asal usul, maka harus bersikap demokratis. Karena setiap orang ketika dilahirkan tidak bisa memilih harus lahir di daerah tertentu. Tapi jika masih menarik pemimpin dari dua pulau di NTB saja, Lombok atau Sumbawa, tegas Amin, sama artinya belum ada sikap demokratis.

Memang diketahui NTB memiliki suku mayoritas, ada Sasak, Samawa, dan Mbojo. Namun, lanjut Amin, jangan lupakan suku-suku lain yang ada di NTB. Karena NTB ibarat miniatur Indonesia yang terdiri beragam suku.

Melirik sejarah kepemimpinan NTB, sambungnya, terbukti masyarakat sangat berlapang dada dan menerima pemimpin mereka tidak harus dari NTB. Bahkan, gubernur NTB pertama hingga keempat ternyata asalnya bukan dari NTB. a�?Kita pernah dipimpin dari Madura, Jawa, Sulawesi, dan Bima, artinya rakyat kita welcome,a�? kata Amin.

Karena itu sebagai edukasi ke masyarakat, ia setuju bahwa kepemimpinan NTB tidak mesti harus dari suku mayoritas atau dari dua pulau besar di NTB. Selama figur atau tokoh tersebut memiliki kualitas dan kemampuan. Terpenting lagi dipilih langsung dan diinginkan oleh rakyat, tidak ada salahnya.

a�?Ini bentuk kebhinekaan tunggal ika kita di NTB,a�? tutupnya.

Terpisah, politisi Gerindra H Willgo Zainar menambahkan, isu tentang suku menurutnya sudah selesai sejak Indonesia merdeka. Kalau masih ada yang berpikiran seperti itu, artinya belum menjadi Indonesia seutuhnya.

Willgo pun sependapat dengan Amin. Selama calon tersebut dianggap mampu dan dicintai rakyat karena karakternya yang baik, kompetensi yang memadai, maka untuk dicalonkan sah-sah saja. a�?Tentu masalah pilihan adalah kembali pada rakyat sesuai dengan kriteria dan selera rakyat pemilih,a�? tandasnya. (ewi/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys