Ketik disini

Tanjung

Wisatawan Ikut Mengabadikan, Cikar Kebagian Rezeki

Bagikan

Sesuai jadwal yang ditetapkan, Pemkab Lombok Utara menepati janjinya membongkar bangunan sempadan pantai di Gili Trawangan. Ratusan personel tim gabungan dan satu unit alat berat menyisir seluruh bangunan yang berada di sempadan pantai, kemarin (24/2).

***

Sekitar pukul 10.00 Wita, tim penertiban yang dipimpin langsung Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara tiba di Gili Trawangan. Rencananya tim penertiban akan membongkar bangunan milik pengusaha yang berada di sempadan pantai dan belum dibongkar.

Pantauan koran ini, beberapa pengusaha tampak membongkar sendiri bangunannya. Ada yang mempekerjakan belasan buruh, ada juga yang hanya mengandalkan karyawan yang ada. Satu per satu bagian bangunan dibongkar secara hati-hati oleh buruh tersebut. a�?Bagus ini sudah ada yang membongkar sendiri,a�? ujar Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar saat menyisiri kawasan sempadan pantai Gili Trawangan, kemarin.

Selain buruh yang sibuk membongkar bangunan, tampak juga cikar-cikar hilir mudik mengangkut puing-puing bangunan yang tidak terpakai. Biasanya cikar ini hanya digunakan untuk mengangkut sampah maupun material untuk pembangunan. Namun kini pemilik cikar mendapatkan rezeki tambahan karena adanya pembongkaran ini. a�?Lumayan dapat tambahan rezeki. Biasanya kita hanya ngangkut material bangunan sekarang dipakai juga untuk ngangkut sisa-sisa bongkaran,a�? ujar salah seorang kusir cikar, Suhaili.

Selain pengusaha yang mau membongkar bangunannya sendiri, ada juga segelintir pengusaha yang tidak membongkar bangunannya, meski tenggat waktu sudah habis. Untuk membongkar bangunan yang membandel, pemkab pun menurunkan satu unit alat berat.

Di lokasi ini dua bangunan berukuran besar yang difungsikan sebagai restoran tampak masih kokoh berdiri meskipun terlihat perabotan sudah dibersihkan. Sebelum alat berat tiba, sejumlah buruh yang sudah ada di lokasi terlihat membongkar bangunan secara manual menggunakan peralatan seadanya. Begitu alat berat tiba, bangunan pun langsung dirobohkan. a�?Kita sudah minta bongkar hingga waktu yang ditetapkan. Tapi tidak mau dibongkar jadi ya kita yang bantu membongkarnya,a�? tambah Wakil Bupati Lombok Utara Sarifudin yang ditemui di lokasi pembongkaran Hotel Aston.

Menurut Sarifudin, seluruh sempadan pantai akan dibersihkan. Karena sesuai undang-undang sempadan pantai ini hak publik dan harus bisa dinikmati publik, bukan milik pribadi pengusaha. a�?Semua kita bongkar tidak ada pengecualian. Pokoknya pantai harus bersih dulu,a�? tandasnya.

Ditambahkan, pascapenertiban ini pemkab sudah memiliki grand design yang akan diterapkan di sempadan pantai Gili Trawangan. Yakni dengan membuat jalan dengan tiga ruas, peruntukannya bagi pejalan kaki, cidomo, dan sepeda. a�?Selanjutnya nanti kita juga akan libatkan pengusaha untuk mendesain ulang. Kita juga akan menampung ide pengusaha, tetapi tetap tidak boleh ada bangunan permanen,a�? pungkasnya.

Pembongkaran bangunan menggunakan alat berat ini menjadi pusat perhatian wisatawan yang sedang berlibur di Gili Trawangan. Tidak sedikit wisatawan yang berhenti dan mengabadikan proses pembongkaran bangunan menggunan kamera telepon genggamnya. a�?Ini bagus, kita jadi bisa melihat pantai dengan jelas. Lokasi berjemur juga makin luas,a�? ujar salah seorang wisatawan asal Jakarta, Nuril.

Selain wisatawan lokal, wisatawan mancanegara juga memberikan apresiasi terhadap pembongkaran bangunan ini. Salah seorang wisatawan asal Inggris Marie mengungkapkan, penertiban ini bagus untuk Gili Trawangan ke depan. Karena yang bisa dinikmati di Trawangan adalah keindahan pantai dan alam bawah lautnya. a�?Jadi bisa liat sunrise dan sunset lebih jelas,a�? kata wanita berambut pirang ini. (PUJO NUGROHO/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka