Ketik disini

Metropolis

Pemkot Gak Gampangan!

Bagikan

MATARAM – Tawaran investasi terkait pengolahan sampah di Kota Mataram berdatangan. Setidaknya, sampai saat ini sudah ada dua investor kakap yang kabarnya siap mengguyur daerah dengan nilai investasi di atas Rp 1 triliun. Mereka berencana membangun pabrik besar yang mampu mengubah sampah menjadi listrik.

Di antaranya Hanki Industrial Co, Ltd dan Alchemy Utilities yang bekerja sama dengan CPE Cell. Dua tawaran investasi ini, sama-sama datang dari luar negeri. Satu dari Korea. Sementara satu lagi gabungan dari 20 negara.

a�?Tetapi begini ya, tetap kami harus hati-hati, gak boleh gampangan. Ini menyangkut kewibawaan pemerintah,a�? kata Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana.

Langkah hati-hati yang dimaksud Mohan yakni menghindari investasi palsu yang hanya mencari keuntungan melalui MoU dengan pemerintah. Setelah mereka mendapat tanda tangan kesepakatan kerja sama, lalu kabur entah ke mana meningalkan lahan yang tidak terkelola.

a�?Jadi begini, kita tetap berikan kesempatan pada siapapun yang ingin berinvestasi. Di dalam isu apapun, sejauh memiliki prospek positif bagi daerah,a�? tegasnya. Hanya saja, lanjut dia penekanan pada keseriusan berinvestasi dan dampak positifnya bagi daerah jauh lebih penting.

a�?Tidak mereka datang dan menyampaikan rencana mereka, lalu dengan mudah melakukan MoU,a�? ujarnya.

Bila perlu, jika investor itu serius untuk berinvestasi, langkah konkrit bisa dibuktikan dengan memberikan garansi pada pemerintah. Bisa dalam bentuk garansi money dengan memasukan dana investasi ke bank daerah. Nilainya bisa ditentukan bersama. Sehingga ada legitimasi pemerintah untuk yakin, bahwa mereka benar-benar serius dengan rencana-rencanaya.

a�?Kebetulan ini mereka lagi berlomba-lomba. Kalau anda serius ayo masukan dana ke bank daerah. Di mana dana itu atas nama investor dan pemerintah daerah,a�? ujarnya.

Penggunaan nama pemerintah daerah dan calon investor untuk menghindari pencairan dana secara sepihak. Artinya, dana hanya bisa keluar jika antara pemerintah daerah dan investor menarik secara bersama-sama.

a�?Saya fikir ini adalah cara yang adil dan garansi keseriusan dari mereka,a�? ulasnya.

Lebih lanjut, Mohan mengatakan, jika tim assessor investor, juga tinggal menunggu tanda tangan dari wali kota. Formulasi nama-nama sudah ada. Sehingga dengan terbentuknya tim ini, pemerintah ke depan bisa lebih yakin melakukan kerja sama dengan investor yang tertarik menanamkan modal di kota.

a�?Dari akademisi, birokrat dan mereka yang sudah paham jejak rekam para investor,a�? tadasnya.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Kota Mataram Amiruddin juga menyampaikan harapan serupa. Ia tidak puas jika hanya mendengar persentasi dari investor. Tetapi butuh bukti riil proyek yang telah dikerjakan.

a�?Katanya mereka ada proyek di Finlandia lalu di Australia, mana buktinya kita perlu lihat,a�? cecar Amir.

Ia tidak ingin hanya sekedar klaim saja. Tanpa bukti jelas. Sebab, semua investor bisa melakukan hal serupa. Karena itu, harus ada garansi lebih yang bisa dijadikan dasar bahwa mereka bukan sekedar calon investor yang hanya mengumbar janjiA� manis saja.

a�?Makanya saya juga tidak bisa melakukan MoU seperti yang mereka minta. kita ingin riil. Apa garansi mereka mau investasi?a�? tegasnya. (zad/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka