Ketik disini

Metropolis

Fasilitas Olah Raga Menyedihkan

Bagikan

MATARAM – Banyak fasilitas olah raga di Mataram dalam kondisi kurang laik. Padahal fasilitas- fasilitas itu penting, tak hanya bagi para atlet, namun juga masyarakat yang hendak berolah raga untuk kebugaran dan kesehatan.

“Memang banyak dalam kondisi kurang baik,” kata Kadis Pemuda dan Olah Raga (Pora) Kota Mataram Amran M Amin, kemarin (27/2).

Kepada Lombok Post ia mencontohkan Lapangan Atletik yang ada di Gomong. Lapangan tempat berlatih rutin para atlet tersebut menurutnya mempunyai banyak kekurangan. Mulai dari kondisi rumput di lapangan hingga lintasan lari yang tak representatif. Padahal para prmakaianya adalah para atlet profesional daerah yang disiapkan untuk berlaga di berbagai ajang regional, nasional, bahkan internasional.

“Angin segarnya adalah, ada rencana rehab tahun ini oleh provinsi selaku pemilik aset,” ujarnya.

Selain sarana untuk para atlet, Amran juga menyoroti sarana lain yang diperuntukkan untuk masyarakat umum. Misalnya lapangan bola dan lapangan basket di Sangkareang.

Dalam banyak kesempatan, masyarakat harus mengalah karena lapangan yang difungsikan untuk kegiatan lain. Upacara daerah, pameran dan bazar, hingga konser memang kerap dilakukan di sana. Sehingga masyarakat yang hendak berolah raga kerap terpinggirkan.

Di Udayana juga ada sejumlah sarana olah raga. Ada lintasan bmx, papan seluncur, dan sepatu roda. Namun kondisinya juga tak lebih baik. Padahal olah raga tersebut sangat digandrungi kaula muda.

Dinas Pora Mataram sebagai SKPD yang mengurusi pemuda dan olah raga, lanjutnya, butuh banyak sarana yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

“Olah raga itu tak melulu soal prestasi, ada juga untuk mendorong kegiatan positif kepemudaan,” ujarnya.

Setelah melakukan sejumlah konsolidasi internal, ia rencananya akan berkumpul dengan seluruh cabang olah raga dan organisasi kepemudaan di Mataram. Amran hendak mendengar langsung keinginan mereka terkait sarana yang ada di daerah ini.

Selanjutnya, pemetaan dibarengi penentuan skala prioritas bakal dilakukan. “Yang bisa kita kerjakan dan perbaiki akan kita lakukan,” imbuhnya.

Terpisah, Dekan FPOK IKIP Mataram Imam Syafii mengatakan, pemerintah seharusnya fokus pada pembenahan infrastruktur dan SDM. Selama ini, dari level Kementerian Pora hingga daerah, terlalu sibuk pada pengadaan even.

“Sebenarnya kegiatan serahkan saja ke induk olah raga, pemerintah benahi saja fasilitas,” sarannya.

Dengan demikian, maka harapan akan tersedianya sarana yang memadai bisa diharapkan. Sedang terkait SDM, pemerintah menurutnya harus fokus pada pengembangan skil para pelatih.

“Selama ini kalau mau dapat lisensi, pelatih keluar kocek sendiri,” sindirnya.

Terkait infrastruktur, ia juga mempertanyakan tidak jelasnya siapa penanggung jawab sarana yang ada. Misalnya Stadion Malomba atau Lapangan Rembiga hingga kini tak jelas siapa yang harus mengurusi.

Jika fasilitas bisa dibenahi, dia yakin prestasi akan datang dengan sendirinya. “Olah raga itu banyak manfaatnya,” katanya mengingatkan.

Selain untuk prestasi, Imam juga mengingatkan perlunya banyak sarana olah raga di tengah masyarakat. Dengan mendekatkan olah raga ke masyarakat, otomatis pemerintah menciptakan wadah positif untuk berkreasi. Hal itu penting dan sangat dibutuhkan baik oleh anak-anak, pemuda, maupun dewasa. “Buatlah sarana sebanyak mungkin,” ucapnya.

Sedangkan untuk para atlet di level pembinaan dan prestasi, tentu kualitas sarana penunjang olah raganya juga harus setara. Jangan sampai mereka yang diharap berprestasi diberikan fasilitas alakadar. “Masih sangat kurang, pemerintah perlu banyak berbuat,” tukasnya. (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka