Ketik disini

Tanjung

Jangan Hanya Konsen ke Program!

Bagikan

TANJUNGA�– Anggota Komisi I DPRD Lombok Utara M. Nasahar menilai saat ini Pemkab Lombok Utara belum melakukan inventarisasi aset dengan baik. Hal ini diungkapkan karena, Komisi I menemukan banyak aset daerah yang diklaim sebagai milik perorangan. Bahkan klaim itu semakin kuat dengan adanya sertifikat yang dipegang oleh oknum tersebut. a�?Dari pengamatan yang saya lakukan dan telusuri ada beberapa aset yang berpindah kepemilikan,a�? ujarnya, kemarin (27/2).

Dijelaskan, beberapa aset tersebut antara lain lahan yang sekarang digunakan sebagai pasar buah di depan terminal lama Tanjung. Saat ini aset itu menjadi kantor Bank NTB.

Selanjutnya, lahan dekat pasar Jambianom tepatnya di depan masjid, eks asrama polisi, lahan di simpang empat dekat SD 1 Tanjung, dan masih banyak lagi.

a�?Di loaksi-lokasi itu sudah berdiri bangunan lain seperti kios. Ini berarti ada pedagang yang memegang sertifikat. Tentu ini kita pertanyakan. Jangan sampai persoalan aset yang di Amor-amor itu terulang kembali,a�? katanya.

Menurutnya, kalaupun pedagang memegang sertifikat itu mesti dipertanyakan status lahannya. Selain itu juga mengenai sistem penggunaan apakah hak pakai atau sewa, karena sampai saat ini belum jelas.a�?Sekarang ada kios, terus kontribusi mereka ke daerah apa, bagaimana statusnya, apakah itu bagian dari aset yang diserahkan ke Lobar (Lombok Barat) atau bagaimana,a�? tanyanya.

Nasahar juga mengungkapkan pihaknya sempat melakukan audiensi dengan bagian aset pemkab. Tetapi pertemuan tidak mendapatkan jawaban yang jelas. a�?Lokasi aset itu cukup strategis, kenapa tidak melirik ini, jangan hanya konsen ke program yang ambisius tapi hal-hal yang prinsip dan substantif malah tidak diperhatikan,a�? tandasnya.

a�?Bahkan gedung dewan ini diklaim berada di lahan desa,a�? imbuhnya. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka