Ketik disini

Metropolis

Jangkuk Punya Potensi Tersembunyi

Bagikan

MATARAM – Sungai Jangkuk sebagai sungai terbesar di Mataram oleh banyak kalangan dijuluki sebagai tong sampah raksasa. Bagaiamana tidak, beragam jenis sampah lengkap tersaji di sungai itu. Airnya juga sangat gelap bahkan berbau menandakan tak sehat dan tercemar limbah.

Namun fakta sebenarnya, tak semua aliran tercemar. Tak harus jauh ke hulu di dekat kaki gunung untuk mendapati aliran yang bersih. Di bagian timur Mataram, ternyata ada potensi tersembunyi dari Sungai Jangkuk.

“Saya sampai berdecak kagum,” kata Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana.

Bersama tim, Minggu (26/2) lalu, ia menyusuri aliran tersebut. Hasilnya sungguh mencengangkan. Mohan menemukan banyak anak-anak yang masih bisa mandi di sungai, sementara para orang tua mencuci pakaian. “Airnya bersih, jernih, dan ini di Mataram,” katanya bangga.

Tak hanya soal kualitas air yang bebas dari pencemaran, dia juga menjelaskan lokasi tersebut sangat eksotis. Dinding-dinding sungai yang terbuat alami, bebatuan besar di sana-sini, dengan kelok sungai yang memukau menurutnya sangat pantas untuk dieksplorasi.

“Bayangan saya sudah seperti di Green Canyon saja,” katanya merujuk tempat indah di Amerika sana.

Mencoba menjelajah menggunakan perahu karet, ia mengatakan lokasi aliran yang masuk Kecamatan Cakranegara itu sangat pas untuk olah raga arung jeram. Pengembangan itulah yang kini sedang ada di benaknya. “Ada potensi pariwisata adventure di Jangkuk, siapa sangka,” katanya tampak antusias.

Jika diseriusi, ia yakin hal ini bisa menghidupkan Jangkuk. Dalam pemikirannya, bakal dibuat sejumlah titik peluncuran untuk arung jeram, juga dengan sejumlah rest area. “Ini sisi lain potensi Mataram,” ucapnya.

Ada di pusat Ibu Kota NTB, dirinya yakin sangat mudah mempromosikan wisata baru arung jeram itu. Bahkan selain menghidupkan pariwisata, hal itu dianggap baik untuk lingkungan dan alam.

Kadis Lingkungan Hidup Kota Mataram Irwan Rahadi mengatakan, pembelajaran pada masyatakat bisa ikut digalakkan. Sebagian area sungai yang masih sangat asri, jauh dari pencemaran harusnya bisa menjadi contoh. Daerah yang kadung tercemar harus disadarkan. “Ini bisa jadi contoh bagaimana sungai seharusnya,” katanya.

Dia optimis, jika sisi Jangkuk yang masih alami dikedepankan dapat menjadi pembelajaran positif. Titik lain yang sudah rusak bisa diedukasi untuk mengubah diri. Dengan adanya contoh, tak lagi ada alasan untuk terus mengotori sungai.

“Yang masih baik ini harus kita pertahankan, bahkan kita tularkan pada yang sudah tak bagus. Menghidupkannya melalui wisata salah satu caranya,” tukasnya. (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka