Ketik disini

Giri Menang

Warga Banyumulek Keluhkan Sampah dan Gerabah

Bagikan

GIRI MENANG – Anggota Komisi VII DPR RI, Dapil NTB Dr H Kurtubi menggelar kunjungan kerja sekaligus reses ke Desa Banyumulek Kecamatan Kediri, kemarin (27/2). Dalam reses tersebut, politikus Partai Nasdem ini banyak menerima keluhan dari warga setempat. Terutama persoalan sampah dan kerajinan gerabah yang kini mulai ditinggal pembeli.

Dalam reses tersebut, Kurtubi menjelaskan saat masa keemasannya tahun 1992, ia pernah melihat gerabah dijual di Amerika Serikat. Itu bukti kesohoran gerabah daerah ini.

“Saya melihat langsung gerabah Desa Banyumulek dijual di Amerika. Karena saya baca ada tulisan Banyumuleknya,a�? tutur alumnus perguruan tinggai Amerika itu.

Namun seiring perkembangan zaman, masa kejayaan gerabah mulai memudar. Pria yang menempuh pendidikan S2 dan S3 di luar negeri ini mengatakan, penurunan gerabah akibat dampak pengeboman di Bali.

Terkait keluhan warga ini, ia berjanji akan menyampaikan ke pemerintah bagaimana solusinya untuk membangkitkan lagi gerabah tersebut. Khususnya gerabah Banyumulek. “Akan saya perjuangkan ke pusat nantui,a�? janjinya.

Sementara itu, masalah sampah di Banyumulek, Dosen UI ini mengakui bahwa Komisi VII yang dibidanginya memang menangani masalah energi, pertambangan, dan sampah.

Khusus masalah sampah, dirinya pun menyalurkan kendaraan roda tiga yang dipakai masyarakat setempat untuk pembuangan sampah. Apalagi menurutnya, sebagai salah satu desa wisata, Banyumulek harus terbebas dari sampah.

a�?Jangan sampai dimana-mana ada bau sampah, itu tidak bagus. Lebih-lebih Kediri adalah kota santri, mestinya dijaga kebersihannya,a�?jelas Pria asal Kediri ini.

Kades Banyumulek, H Masnun Haris dalam kesempatannya menyampaikan terima kasih atas kunjungan Kurtubi ke Desa setempat. Menurutnya, kunjungan ini sangat dibutuhkan masyarakat. Untuk menyampaikan aspirasi persoalan di desa mereka.

Diakui, dulunya tahun 2000 para perajin gerabah didatangai oleh pembeli. Namun faktanya sekarang ini berbanding terbalik. Para perajin gerabah untuk memasarkan produknya harus memikul dan menawarkan ke setiap calon pembeli.

“Kami berharap masalah gerabah ini bisa dicarikan solusi yang tepat,a�? pintanya. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka