Ketik disini

Kriminal

Advokat Tidak Boleh Berorientasi Uang

Bagikan

MATARAM – Puluhan advokat dari dua organisasi, yakni Kongres Advokat Indonesia (KAI) dan Himpunan Advokat/Pengacara Indonesia (HAPI) diambil sumpahnya di Pengadilan Tinggi (PT) Mataram, kemarin (28/2). Pengambilan sumpah ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua PT Mataram H Charis Mardiyanto.

Kepada mereka para advokat muda, H Charis berpesan agar memegang teguh kejujuran dan amanah sebagai advokat. Sebab di tangan mereka, terdapat hukum yang menjadi dasar negara.

Dalam acara ini, turut dihadiri petinggi dari masing-masing organisasi. Antara lain Ketua Umum HAPI A�Elza Syarief dan Sekretaris Jenderal KAI Aprilia Supaliyanto.

Dalam kesempatan itu Ketua Umum A�HAPI Elza Syarief A�berpesan bahwa profesi advokat tidak semata mencari uang. Ada tanggung jawab sebagai penegak hukum untuk seluruh masyarakat.

a�?Advokat itu sebagai catur wangsa, untuk kontrol penegakan hukum,a�? ujar dia.

Karena itu, dia berharap advokat muda bisa menjaga kinerjanya tetap lurus. Jika tidak seperti itu, maka hukum di Indonesia akan rusak.

a�?Berharap kinerja lebih baik, karena melakukan pembelaan kepada masyarakat,a�? pungkasya.

Senada dengan Elza, Sekjen KAI Aprilia menyebut A�pengabdian advokat tidak an sich A�untuk klien. Melainkan kepada keadilan hukum yang harus ditegakkan. Setelah resmi menjadi advokat, diharapkan mampu menjalankan tugas dengan baik dan sesuai koridor.

a�?Harus selalu ingat bahwa keadilan hukum itu untuk ditegakkan,a�? ujarnya.

Menurut dia, profesi advokat tidak semata mencari keuntungan. Ada nilai pengabdian di dalamnya, yang menuntut advokat mengabdi kepada hukum.

a�?Bukan kepada siapa yang bayar, tapi lebih substansif terkait penegakan hukum,a�? kata dia.

Jika advokat berorientasi uang, lanjut dia, maka cara berpikirnya akan berbeda. Di mana tidak menutup kemungkinan setiap perkara yang ditangani akan dijadikan uang.

a�?Harus menunjukkan profesionalnya kita sebagai advokat, melakukan tindakan hukum yang baik kepada klien,a�? tegasnya. (dit/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka