Ketik disini

Selong

Banyak TKI Belum Bisa Kelola Remitansi

Bagikan

SELONGA�– Kehadiran TKI memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan daerah di Lombok Timur (Lotim). Itu bisa dilihat dari jumlah remitansi atau hasil TKI yang dikirim kepada keluarga mereka di Lotim. Sayangnya, remitansi yang begitu besar selama ini masih belum bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para TKI maupun keluarganya.

a�? Jika dikelola dengan baik, ini tentu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa,a�? kata Direktur Lembaga Advokasi Buruh Migran Indonesia (ABDMI) Roma Hidayat.

Untuk itulah, ADBMI mulai mengubah fokus dari yang hanya penanganan kasus terkait TKI dan perdagangan manusia kearah pemberdayaan para TKI dan komunitasnya. Mulai dari mantan TKI, keluarga para TKI hingga orang terdekat mereka. Lembaga yang berdiri sejak tahun 2004 lalu ini bersama Konsorsium ADBMI and Friends menyiapkan program Kemakmuran Hijau.

Program ini bertujuan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat memanfaatkan remitansi dari hasil TKI.

a�?Karena faktor utama orang migrasi ini kan masalah ekonomi, bagaimanpun kami menyelesaikan kasus itu tidak akan menyelesaikan masalah kalau akar permasalahan tidak terselesaikan,a�? ujarnya.

TKI saat ini masih terbiasa dengan pola hidup konsumtif. Dimana, hasil kerja mereka selama ini banyak digunakan untuk kebutuhan jangka pendek. Sebagian TKI tidak berpikir untuk mengelola hasil tersebut untuk bisa menyejahterakan kehidupan mereka secara berkelanjutan.

A�a�?Hasil itu nanti kembali ke luar negeri lagi. Misalnya buat beli sepeda motor. Kalau uang hasil mereka habis, mereka nanti akan kembali menjadi TKI,a�? bebernya.

Untuk itulah melalui program kemakmuran hijau para TKI diharap bisa lebih mandiri dan tidak mengandalkan hidup hanya dengan menjadi buruh migran.

Ketua Panitia seminar sekaligus anggota ADBMI Widia Kuswatun Harwin menjelaskan sejumlah program pemberdayaan komunitas TKI telah dilaksanakan di sejumlah desa di Lotim.A� Mulai dari program pelatihan industri rumah tangga, pengolahan kerjainan bambu, makanan ringan hingga peluang usaha lainnya.

a�?Khususnya untuk masyarakat yang ada di sekitar kawasan hutan TNGR. Kami berupaya meberikan mereka solusi agar mereka tidak menjadi TKI dan juga tidak menebang hutan untuk memenuhi kebutuhan atau menafkahi keluarga mereka,a�? tandasnya. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka