Ketik disini

Metropolis

NTB Jadi Lokasi Pertama

Bagikan

GIRI MENANGA�– Provinsi NTB menjadi lokasi pertama di Indonesia sebagai tempat pelaksanaan program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus Siwab) Tahun 2017.

Hal ini disebabkan karena NTB menjadi salah satu provinsi yang menjadi perhatian khusus untuk pengembangan ternak.

Di mana selama ini NTB banyak berkontribusi terhadap peternakan nasional, mulai dari pengiriman daging dan pengiriman pedet ke beberapa daerah di Indonesia.

Selain itu NTB juga menjadi tempat paling potensial untuk pengembangan sapi. Terutama jenis sapi Bali yang paling banyak diminati dagingnya di Indonesia.

Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak Dr Surahman yang sekaligus sebagai Kepala Upsus Siwab mengatakan, saat ini pemerintah terus mendorong peternak untuk berpartisipasi dalam mendukung program Siwab.

Program ini lahir atas dasar rendahnya kontribusi daging nasional. Provinsi NTB juga sebagai prioritas dalam pelaksanaan program ini diharapkan akan menjadi contoh bagi provinsi lain di Indonesia.

Dipilihnya NTB sebagai lokasi pertama karena NTB dikenal dengan program satu juta sapi. Selain itu populasi ternak sapi di NTB mencapai 1,1 juta ekor.

Untuk itu, dengan dilakukan program Upsus Siwab diharapkan mampu meningkatkan menghasilkan jutaan ternak di Indonesia khususnya di NTB.

Target pertumbuhan sapi dari program ini adalah 130 ribuA� ekor per tahun. Ditargetkan 395 ekor per hari sapi bisa dilakukan Inseminasi Buatan (IB).

Selama ini hanya 95 ekor per hari yang di lakukan IB atau sekitar 25 persen. Sedangkan target pemerintah untuk pertumbuhan ternak adalah 100 persen pada bulan Maret 2017 dengan IB.

Untuk itu, semua pihak harus bekerja keras mewujudkan SIWAB 395 per hari. Dengan harapan pada tahun 2018 pertumbuhan populasi dapat ditingkatkan menjadi 100 persen.

Pemerintah sangat optimis target tersebut dapat tersealisasi, karena saat ini telah tersedia alat-alat yang cukup lengkat untuk melakukan IB.

Sapi induk sebagai akseptor juga tersedia cukup banyak. Acara Upsus Siwab ini menghadirkan 1.000 induk sapi dari sejumlah peternak yang ada di Lombok.

Saat ini, IB nasional baru berada pada angka 76 persen per tahun. Untuk meningkatkan persentase tersebut, intervensi pusat dalam program Upsus Siwab sangat dibutuhkan.

Petani yang akan melakukan IB tidak dipungut biaya atau gratis. Bahkan bagi peternak yang melakukan IB akan mendapatkan dana.

Semua itu sebagai stimulasi untuk memacu semangat peternak dalam meningkatkan populasi ternak di NTB. Sehingga target 100 persen IB per tahun dapat terealisasi dengan baik.

Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin mengatakan, pelaksanaan proram Upsus Siwab di NTB merupakan salah satu wujud komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah. Untuk meningkatkan pertumbuhan populasi ternak sapi dan kerbau di Indonesia.

Dijadikannya Provinsi NTB sebagai salah satu prioritas diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh peternak untuk melakukan IB.

Provinsi NTB memiliki peranan cukup stategis dalam dalam bidang ketahanan pangan nasional, terutama dalam meningkatkan populasi ternak di Indonesia.

Wagub berharap prestasi yang dimiliki Provinsi NTB saat ini harus dapat dipertahankan, tentunya dengan peningkatan populasi ternak sapi melalui IB.

Ia menambahkan, saat ini populasi sapi di NTB sebanyak 1,1 juta ekor. Untuk pengiriman pedet sebesar 10 ribu ekor per tahun ke luar daerah. Sedangkan untuk daging 40 ribu ekor per tahun.

Selain itu, wagub juga berharap sinkronisasi terhadap angka pelaporan pertumbuhan sapi di daerah dengan pusat.

Perbedaan data pertumbuhan seringkali terjadi sehingga ini memiliki pengaruh besar terhadap angka pertumbuhan sapi di NTB.

Dalam kesempatan tersebut Amin juga menyerahkan bantuan dari pemerintah pusat yang bersumber dari APBN senilai Rp 26 miliar.

Bantuan tersebut diberikan kepada kelompok peternak berprestasi dan dokter hewan berprestasi se-NTB. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka